Penting Banget

Pacaran? Menurut Lo?

1/31/2017 Abdul Jabbar Fathoni 17 Comments


AJ BLOG
Menurut Lo?

Pacaran.

Mungkin rata-rata dari lo semua udah nggak asing lagi dengan kata tersebut. Dimana suatu hubungan yang membuat pasangan kita disebut pacar. Tentunya menurut gue sendiri, pasangan tersebut haruslah lawan jenis.

Tapi, ada yang tau nggak sih apa makna pacaran itu sendiri?

Ini penting loh!

Pertanyaan yang bercetak tebal itu sendiri sudah berkecamuk didalam otak gue. Membuat perasaan dan pemikiran saling beradu pendapat. Yang akhirnya gue putuskan untuk menjomblo.

Dan, bener nggak sih dengan gue menjomblo. Gue sudah mendapatkan solusinya? Bukan hanya sebuah pelarian belaka?

Entahlah. Ini semua masih belum pasti.

Saat gue mencari pengertian yang sebenarnya tentang pacaran. Gue mendapatkan kesimpulan.
Bahwa sebenarnya pacaran itu adalah sebuah cara untuk mengenali dan memahami karakter pasangan kita lebih dekat lagi, sebelum akhirnya kita menjadikan pasangan kita menjadi pasangan yang sebenarnya melalui sebuah ikatan yang disebut dengan PERNIKAHAN
 Tapi, bingungnya anak zaman sekarang nggak mengartikannya sebagai berikut. Dan, akhirnya gue menyimpulkan kembali. Bahwa sebenarnya tujuan pacaran itu ada dua.

1. Untuk senang-senang
2. Untuk menuju hubungan yang lebih serius.

Kalian setuju nggak sih dengan 2 tujuan diatas?

Kalau untuk gue sendiri, gue setuju dengan keduanya.

Pertama, gue setuju dengan tujuan nomor 1 yaitu untuk senang-senang.

Kenapa?

Karna pacaran buat orang yang berumur 20 tahun kebawah itu ya memang hanya sekedar senang-senang, sekedar memiliki orang yang lebih memperhatikan dia tiap waktu, merasa ada orang yang lebih memberikan kasih sayang padanya.

Dan kenapa gue setuju juga untuk tujuan nomor 2?

Karena memang bagi orang yang sudah berumur 20 tahun keatas, pasti berorientasi kepada hubungan yang lebih serius. Bukan karena mereka tak mampu untuk bersenang-senang. Tapi, dengan seiring bertambahnya umur atau menjadi lebih dewasa. Maka, keinginan seorang manusia itu pada hakikatnya menjadi lebih mengerucut.

Nggak percaya?

Mari kita buktikan!

Pernah nggak waktu kecil kalian mempunyai mimpi yang bahkan saat dewasa ini kalian nggak pernah memikirkan mimpi itu lagi?

Contohnya aja gue.

Sewaktu kecil gue bermimpi menjadi Polisi (tentunya ini dari cerita ibu gue).

Sewaktu SMP, gue ingin menjadi seorang arsitek.

Sedangkan sekarang? Mimpi gue udah nggak muluk-muluk. Gue ingin menjadi Dosen PLB. Walaupun memang sih, sekarang gue memiliki mimpi lain dibalik mimpi menjadi dosen. Tapi, bener aja, mimpi gue menjadi lebih terarah dan jelas.

Tapi, ada yang sadar nggak? Pada intinya mimpi gue sewaktu kecil hingga sekarang itu memiliki kesamaan?

Gue sama-sama memiliki mimpi untuk bisa Melayani Rakyat. Berguna bagi kehidupan orang lain.

Lalu? Apa hubungannya sih antara tulisan gue tentang mimpi dengan tujuan pacaran/ makna pacaran?

Maksud gue disini, semakin bertambahnya umur kita. Kita pasti memiliki pandangan yang berbeda tentang pacaran.

Khususnya gue. Gue yang dulu sangat membutuhkan pacar. Sampai-sampai gue pernah minta cariin pacar ke temen gue. Tapi pada akhirnya, sekarang semuanya sudah terkuak.

Sebenarnya yang gue butuhkan adalah SAHABAT.

Sahabat yang bisa memahami gue, bisa menghibur gue, bisa ada disaat suka maupun duka gue.

Apa sih alasan yang mendasar buat gue berpikir seperti ini? Padahal, bisa dibilang ini sebenernya nggak penting-penting amat loh. Tapi, setelah dipikir-pikir demi kemaslahatan dan kelayakan hidup gue dimasa depan. Maka, ini menjadi hal yang paling penting dan harus mendapatkan solusi yang nyata.

Awal perasaan dan pemikiran gue mulai berkecamuk adalah saat perasaan gue tentang mantan nggak bisa ilang. Ya, gue belum bisa move-on. Saat itu.

Gue mencari dan terus mencari pasangan yang gue inginkan. Yang sebenarnya bukan 100 persen yang gue butuhkan.

Hanya karna pertanyaan yang membuat gue galau ini. Gue sampai bertanya ke temen-temen atau ade tingkat gue yang pernah atau lagi pacaran.

Sebenarnya... Apa sih makna pacaran bagi kalian?

Rata-rata mereka menjawab dengan "Apa ya? Nggak tau sih."

Sebenarnya itu karna memang mereka belum menemukan tujuan yang nyata dari sebuah hubungan yang disebut pacaran.

Alasan yang kedua adalah gue selalu terngiang-ngiang oleh ramalan dari guru gue dulu yang menyatakan bahwa "Kamu itu nggak akan mendapatkan orang yang kamu inginkan. Tapi, kamu itu akan mendapatkan orang yang kamu butuhkan."

Sudah 2 tahun gue di Bandung. Dan gue terus bertanya ke diri gue. Sebenarnya orang yang seperti apa sih yang gue butuhkan? Dan seperti apa yang gue inginkan?

Dan memang. Kalau gue ngikutin kemauan gue, untuk mencari orang yang gue inginkan adalah hal yang sangat susah. Karna setiap orang pasti menginginkan pasangan yang sempurna selayaknya artis korea yang ada di drama-drama terpopuler saat ini. Walaupun sebenarnya itu bukan yang dibutuhkan.

Hingga saat ini pun gue memiliki tujuan dan arah yang lebih jelas. Gue udah nggak terlalu ribet lagi untuk memiliki seorang pacar yang inilah, itulah. Sekarang, bagi gue sendiri. Yang gue butuhkan sebagai pendamping hidup gue kelak adalah orang yang bisa menjadi sahabat bagi gue, yang bisa membuat gue terus nyaman ketika bersamanya.

Simpel bukan?

Begitulah hidup.

Karna hidup bukanlah hidup, jika kita tak berusaha untuk menghidupkannya.
Dan, jawaban dari setiap pertanyaan takkan pernah kita dapatkan, jika kita tak pernah berusaha sendiri untuk menjawabnya. 
1 Minggu 1 Cerita
1 Minggu 1 Cerita

You Might Also Like

17 komentar:

  1. Bagi saya ada siiih makna pacaran

    Awalnya tujuannya, pengen tau rasanya diperhatiin oleh teman sebaya lawan jenis, selain itu pengen ngerasain punya sahabat cowok

    Ya jadinya, rasanya kayak sahabat, yg tujuannya terarah

    Tempat curhat, tempat diskusi, apalagi saat itu pada tahun yang hampir bersamaan, kami sama2 menjadi ketua di organisasi yang berbeda. Tentunya keluh kesah, diskusi, solusi, semangat, semuanya dapet

    Enak sih saat itu

    Kalau sekarang, tujuan kita sama, mengejar toga, sama menentukan wujud rumah tangga kita

    Eaaaaa 😝

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah keren nih, punya pandangan yang sama dalam hal menjalin hubungan. Gua juga mengidamkan hal yang kayagini teh. Meskipun berbeda tempat/ lokasi, tapi masih bisa mencurahkan hati, dan dia bisa menanggapi dengan asik.

      Langgeng ya teh.

      Hapus
  2. Ya betul.
    semakin bertambahnya umur pemahaman tentang pacaran selalu berbeda-beda.
    dan di umur gue yang sekarang pacarana itu bisa diartikan dengan membuat dosa.
    menurutku menjalin hubungan yang baik hanya bisa dilakukan setelah menikah.
    jadi, ayo menikah *loh

    BalasHapus
  3. Makna pacaran menurutku setuju semuanya, kalau masih kisaran anak sekolahan ya hanya buat seneng-seneng aja, temen main dan kadang dijadiin temen antar jemput hahaha.

    Kalau umur udah 20 tahun keatas yang namanya pacaran harus udah mengarah ke hal yang serius yaitu pernikahan.

    Sekarang umurku udah 20 tahunan keatas dan masih belum punya pacar. Belum mikir nikah soalnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mantap banget bang santo. Setuju banget sama pandangannya! Keren...

      Hapus
  4. ngomongin masalah pacaran alhamdulillah aku belum pernah pacaran. dan memang kalau masih dibawah umur itu klo pacar banyak yang putus, karena emosinya yang masih labil. klo sudah dewasa pasti pacarannya diusahain gk akan putus :v

    lebih baik taaruf iya.......hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya bener banget tar. Cetar deh pendapatnya!

      Iya, sepertinya begitu. Tapi, tetap aja tergantung masing-masing individu yang menjalaninya.

      Hapus
  5. Hahh bener banget. aku baru sadar sekarang, mengapa harus pacaran jika tidak tau tujuannya apa?

    Bisa jadi karena merasa 'kesepian' atau butuh pengakuan kan. Padahal sebelum mulai pacaran kita harusnya tau apa maksudnya :"

    Dan iya, pendapat ku mengenai berpacaran sekarang sudah berbeda dari beberapa tahun yg lalu. Sebnarnya belum ingin prioritaskan hal ini, tapi makasih banyak karena tulisannya membuat ku jadi sadar (:

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah, bener banget. Kalau mau pacaran harus tau tujuannya dengan jelas. Kalau nggak, ya percuma, bakal hambar.

      Bener banget!

      Sama-sama, seneng lah gua kalau dengan adanya tulisan ini bisa menginspirasi.

      Hapus
  6. Wah pacaran, makanan apaan tuh? Hehe.

    Aku sih setuju dengan 2 kesimpulan di atas. Bagi para remaja emang lebih ke seneng-seneng sebenernya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itu loh, yang biasa buat gorengan atau martabak bang.

      Hehe, iya emang gitu bang.

      Hapus
  7. Pada dasarnya, memang kita akan mendapatkan seseorang yang kita butuhkan bukan yang inginkan. Sangat setuju dengan kalimat mu.

    Dan ya pada dasarnya saya kira, manusia dengan segala kompleksitasnya sebagai makhluk yang progresif, dia akan selalu berubah. Dan pemikiran nya tentang segala hal pun akan berubah juga.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mantap. Emang gitu bang. hehe. Makasih sudah setuju.

      Iya, bener. Dengan bertambahnya umur, bakal bertambah wawasan dan pandangan juga tentang dunia. So, bijak-bijaklah dalam menjalani kehidupan.

      Hapus
  8. "Di dunia ini tidak ada persahabatan antara laki-laki dan perempuan. salah satu diantara mereka pasti punya perasaan lain"

    beberapa waktu yang lalu, aku ada di fase pacaran untuk senang-senang. setelah itu, aku masuk kepacaran untuk serius. dan sekarang, aku ada di fase lagi males buat menjalin hubungan pacaran.
    jomblo adalah solusi tepat untukku sekarang ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ehm, jomblo sebagai solusi atau jomblo sebagai pilihan nih?

      Gua pun begitu ka. Berawal dari senang-senang, berlanjut ke serius, dan berakhir dengan males buat menjalin hubungan.

      Hapus

Yang penting sopan. nggak ada spam dan link aktif.

Salam Penting,
@ajefathoni