Cerpen Penting

Plis Deh Gue Cowo! - Episode Surat Misteri

7/06/2015 Abdul Jabbar Fathoni 50 Comments

image
Episode Surat Misteri
Cerita sebelumnya - Episode Cinta Pertama

Kampret!

Emang bener-bener kampret. Lagi seneng-senengnya karna bisa pulang bareng sama si Via, eh sempet-sempetnya gue lupa bawa balik si-pinky. Asli, ngerusak suasana banget, coba aja si-pinky bisa pulang sendiri pas diteken tombol remote sepedanya. Sayang, hal seperti itu masih menjadi imajinasi gue doang.

Gue pun berlari kaya orang kesetanan demi menjaga harkat dan martabat si-pinky. Iya, meskipun gue rada jijik mengenakan sepeda pink gue itu, gue tetep nggak mau pemberian nyokap gue lenyap gitu aja, bisa BAB berabe gue diomelin nyokap.

Dulu ya, gue pernah ngilangin barang pemberian nyokap gue. Hiroshima dan Nagasaki di bom nuklir! Bukan. Bukan karna gue ngilangin barang pemberian nyokap. Tadi, gue mau improvisasi aja, cerita dikit tentang sejarah Jepang masa lalu #ea.

Gue terus berlari, saking gue takut + gugupnya dengan suasana ini, sampai-sampai suasana ini membuat gue mendengar backsound lagu Sheila On 7 - Melompat Lebih Tinggi...
Kita berlari dan teruskan bernyanyi
Kita buka lebar pelukan mentari
Bila ku terjatuh nanti, kau siap mengangkat aku lebih tinggi
Seperti pedih yang telah kita bagi
Layaknya luka yang telah terobati
Bila kita jatuh nanti... kita siap tuk melompat lebih tinggi
Bersama kita bagai hutan dan hujan
Aku ada karna engkau telah tercipta

Aah... Aaaaah... 

"Aaaaakkkkhhh!!!", ucap gue penuh kesal sambil berlari dan ngacak-ngacak rambut

Sekali lagi, gue merasa bodoh. Bisa-bisanya gue lupa. Padahal dampak yang gue dapat karena ketinggalan sepeda ini parah banget. Untuk balik ke sekolah gue harus mendaki gunung, lewati lembah, sungai mengalir indah ke samudra, bersama teman bertualang... *Eits, tunggu-tunggu! Kok gue malah ke lirik lagu kartun ninja itu sih #Okeskip

Gue istirahat sejenak... Gue cape.
Sedari tadi gue berlari dan terus berlari...
Dan, ternyata...
Gue... lari ditempat.

Oke, ini what the nyet banget! *karna wtf terlalu kasar, maklum ya...
Untuk melepas dahaga, gue pun masuk ke rumah, ke dapur, mengambil minum. Lalu, saat hendak keluar rumah kembali. Gue bertanya... "Mau kemana ya gue tadi?"
Tiba-tiba gue amnesia sesaat atas semua hal yang mau gue lakuin tadi. Daripada gue pusing mikirin, mending gue masuk aja lagi ke rumah. Dan, setelah melepas semua penat yang didapat dari hari ini gue pun... tertidur... dikasur. #ehm #gkadayganehkok

Gue pun akhirnya terbangun... menerawang ke sekitar kamar.
Penuh akan keindahan, gue terpukau.
Semua kesilauan ini, membuat gue tercengang.
Dan gue tiba-tiba sadar kalau ini...

"What!!!!!! Gue lupa! Si-pinky! Udah pagi aja lagi!", ucap gue tercengang.

Gue bergegas ke kamar mandi. Iya, untuk mandi.
Lalu, gue langsung menyiapkan alat tempur gue buat sekolah hari ini.
Buku dan alat tulis gue masukkan di tas gue.
Barbie?
Oke, gue tinggal dulu boneka bernasib naas ini di kamar.

Setelah keluar kamar, gue langsung mengambil sarapan dan pamitan ke Nyokap dan Bokap gue.

Gue pun melanjutkan aktivitas yang tertunda kemaren. Ya, lari menuju sekolah.

Gue pastikan, kalau hari ini gue nggak bakal ngulangin kejadian absurd lagi kaya kemaren.

Lagu Melompat Lebih Tinggi pun kembali terdengar dan mengiringi gue berlari...
Hmmm, untuk liriknya baca ulang aja yang udah ditulis tadi. Kata penulisnya, dia males buat nulis ulang liriknya, cape tau. Maaf ya.

Sesampainya di sekolah, gue langsung menuju parkiran sepeda. Dan, Alhamdulillah banget. Si-pinky masih utuh, nggak ada bekas diper-ko-as sama orang lain. Untung gue selalu memasang kunci ganda untuk sepeda gue ini #ups #promosi.

Tapi, tunggu dulu!
Di keranjangnya, terlihat amplop putih yang masih hangat, menandakan surat ini baru saja diletakkan di keranjang si-pinky. Gue pun langsung membukanya. Awalnya, gue berharap didalam amplop ini berisikan uang yang banyak dan bertuliskan "Selamat, anda beruntung! Silahkan ambil hadiah di toko bertanda khusus terdekat". Tapi harapan gue pupus sudah. Ternyata ini hanyalah berisikan secarik kertas putih, ya, hanya berisikan surat semata.
Gue membaca isi surat ini dengan seksama...
Sepulang sekolah, datang ke belakang gedung sekolah kita. Jangan bawa siapa-siapa, apalagi lapor polisi. Penting! Kalo lo nggak datang, lo bakal menyesal.
 Badan gue tiba-tiba lemes. Gue langsung duduk tersungkur setelah membaca surat ini.

"Apa salah gue? Gue belum ngapa-ngapain aja udah dapat ancaman kaya gini...", ucapan itu yang terbesit dipikiran gue.

Gue tiba-tiba gemetar. Gue langsung mengingat-ingat, kira-kira kesalahan apa yang gue lakuin kemaren, sampai gue dapat surat ancaman kaya gini. Gue dicegat sama satpam, ketemu guru BP, dimintain nomor sama kakak kelas, perkenalan diri, dihukum sama guru killer, dideketin Doni, ngedeketin Via, pulang bareng sama Via. Apa yang salah dari itu semua? Apa karna gue ganteng dan populer? Oke, gue yakin itu bukan penyebabnya, karna itu cuman keinginan gue aja. So, dari semua itu, gue yakin nggak ada yang salah.

"Ahhhhh, kenapa hidup gue suram kaya gini!!!!"

Sudahlah, daripada gue bingung mikirin ini semua, mending gue masuk kelas dan mengabaikan sejenak surat tadi.

Tapi... Tetap aja, gue nggak bisa mengabaikan surat ini gitu aja. Setiap gue mau belajar, ingat surat. Setiap gue mau ngupil, ingat surat, trus jadi nggak selera ngupil. Setiap gue mau boker, ingat surat, jadi nggak selera boker. Setiap gue mau makan, eh suratnya yang malah hampir kemakan sama gue. *krik.krik.krik

Sepulang sekolah, gue langsung menuju TKP (Tempat Kejadian Persalinan Perjanjian).
Gue menunggu di belakang gedung sekolah. Beberapa saat kemudian, muncul seseorang yang berjalan kearah gue. Dan ternyata... itu Doni.

Gue bertanya-tanya... Kemaren perasaan gue baik-baik aja sama dia, dan dia pun sempat membela gue. Tapi, kenapa gue bisa diancam seburuk ini sama dia. Dan ketika Doni mendekati gue...


"Oke, Don. Gu.. gu.. gue bisa jelasin semua ini kok. Mungkin lo salah paham."

"Nggak Mawar. Gue yang akan membuat semua ini menjadi jelas.", ucap Doni sembari memegangi kedua tangan gue dengan erat. Dia serius pemirsah!

"Plis, Don! Gue blum siap mati. Gue anak tunggal Don. Plis, ngertiin gue!", ucap gue memelas

"Nggak Mawar, lu nggak akan mati kalau gue tembak kayagini. Lo nggak punya penyakit jantung kan? Dan lo nggak syok kan kalo gue tembak?"

"Hah??!!Ya jelas mati lah, kalo gue ditembak! Lo tega amat sih nembak gue.", sentak gue spontan melempar pegangan erat tangannya

"Bukan, bukan tembak yang itu yang gue maksud. Maksud gue... gue suka sama lo. Lo mau nggak jadi pacar gue?"


Gue terdiam... tercengang... terdengar bunyi burung gagak lewat...


"What!!!! Jadi surat yang isinya kaya ancaman kayagitu lu pake buat nembak gue? Itu surat ancaman pembunuhan, lo bisa mikir nggak sih. Cewe mana yang bakal mau datengin lo setelah dapat surat kayagitu? Asli, nggak habis pikir gue, gue kira gue ada salah sama lo sampe lo tega kayagini ke gue!"
 
"Lah, buktinya lo datang. Sorry, gue bingung mau nulis gimana lagi. Abisnya, sebelum ini gue nggak pernah nulis surat gituan."

"Don, gue ini sebenarnya co..."

"Stop, Mawar. Cukup basa-basinya. Jadi, gimana? Lo mau nggak jadi pacar gue?", ucap Doni menyela pembicaraan gue.

"Maaf Don. Gue suka sama cewe. Nggak suka sama cowo."


Setelah gue mengucapkan hal itu, Doni terdiam sejenak, matanya terbuka lebar karna tercengang atas perkataan gue. Alisnya naik sebelah, dan dahinya pun mengkerut tanda tak percaya atas semua yang dia dengar.


"Jadi, lo...??? Nggak nyangka gue."

"Ya, lo sudah salah paham selama ini."

"Jadi, lo lesbi?"

"Hey! Gue suka cewe Don. Gue cowo!!!!"

"What!?? Lo cowo?"


Doni heran, dia terdiam, seolah semua ini hanya mimpi baginya, diapun langsung menampar pipinya, karna tak percaya atas semua ini.


"Jadi, selama ini gue... Homo!?", ucap Doni dengan tatapan hampa.

"Ya, bisa dibilang begitu."

Tak percaya atas kejadian ini, Doni perlahan-lahan mundur, gerakannya seolah tak ada rasa percaya diri lagi. Dia menatap gue sejenak, dan tiba-tiba lari meninggalkan gue. Mimik wajahnya saat itu penuh dengan tanya, hampa, seakan tak percaya, bahwa orang yang dia incar selama ini... adalah cowo.

Bersambung ke-cerita selanjutnya - Episode Ketahuan

You Might Also Like

50 komentar:

  1. haha :D kocak abis nih cerita,ditunggu cerita selanjutnya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah kalo ada yang dukung kayagini. Oke segera deh lanjutannya :)

      Hapus
  2. Kocak banget ceritanya pake acara lupa kalo dia lagi lari di tempat. dan ga bisa ngebayangin juga kalo ada org yang mau nyatain perasaan tapi ngasihnya surat ancaman :v Jalan ceritanya udah bagus banget, unik, kreatif dan anti mainstream. Ditunggu kelanjutannya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha, iya, ternyata dia lari di tempat xD
      Nah, itu dia, kan gk kebayang kalo situ dikasih surat ancaman sama yang disuka.
      Makasih ya. #ehm xP

      Hapus
    2. cie cie. kok gk pake foto ya xP

      Hapus
    3. Gak apa-apa atuh biar misterius kaya Vampire *eh xP yaudah atuh skrg pake foto :P

      Hapus
    4. Asik, kan bagus kalau ada fotonya. Terlihat lebih ehm xD Bikin semangat ingin menafkahi #eh

      Hapus
  3. haha :D ceritanya bikin orang ketawa :D
    yang dikira perempuan ternyata yang ditembak malah cwo :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe, makasih ya :D
      Btw, udah baca episode sebelumnya belum nih *menatap tajam* xD

      Hapus
  4. sudah di follow blognya ya, salam kenal

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oke, makasih udah difollow. Ntar gue follback *paham kode kayagini* xD

      Hapus
  5. Blogwalking..

    Nice stroy Je, keep it up!

    BalasHapus
  6. Wah aku mikirnya dia itu cowok yang kecewek-cewekan. Karena namanya mawar aku pikir lagi cewek tapi karena Mawar ngaku dia cowok akhirnya kembali lagi ke pikiran pertama. Gila deh cerpennya

    Awalnya gimana tuh? Penasaran juga sambungannya gimana

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ketahuan nih. Belum baca episode sebelumnya, padahal ada linknya di postingan :v xP

      Hehe, makasih komentarnya ya :)

      Hapus
    2. Iya deh aku baca yang pertama

      Sama-sama

      Hapus
  7. Belum baca yang sebelumnya, jadi rada bingung. Masih mikir gimana kok bisa disangka cewek. Apa si tokoh aku ini berambut panjang, atau make kerudung, atau malah si aku ini wajahnya cantik. Maafkan pembaca yang enggak mau baca dari episode awal ini.

    BalasHapus
  8. Ada cwo pelangi ni sampe sampe naksir sama cwo
    hehehe
    btw w sampe nyanyi dalam hati gara-gara ada lirik Ninja hatori :D

    BalasHapus
  9. wah pendukung pelangi nih
    cjckckc

    kocak banget ceritanya
    tapi udah ketahuan tuh dia cowok dari semenjak cerita dia pulang bareng Via. nggak dapet twistnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sori bro. Lu blum baca episode awal ya, makanya nggak ngerti jalan ceritanya. Sebenarnya emang gue nggak ngambil twist dari sono. Soalnya ini Cerpen bersambung.

      Hapus
  10. hahaha... kampret. Absurd banget cerita loe. Gue tunggu yang selanjutnya....
    Lumayan lah buat ngisi waktu daripada waktu gue nggak ada yang ngisi... hiks.. :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha, makasih udah ditunggu.

      Aduh, malah curhat dia xD

      Hapus
  11. gue belum baca cerita sebelumnya jd rada rada engga paham hehe. Duh kok namanya sama kayak nama gue ya haha, apalagi pake punya sifat homo segala.

    Tp emang si mawar itu engga keliatan kayak cowok apa dimata si doni?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makanya, baca gih. Aduh, maaf ya, gue gk bermaksud menyinggung lo kok. Kesamaan nama ini hanya kebetulan sengaja #eh semata maksudnya

      Makanya, baca dulu cerita sebelumnya :D

      Hapus
  12. Absurdnya kebmgetan ini mah...atau mata doni minus ya?

    Masa nggak bisa bedain laki laki sama perempuan...

    Atau.mungkin di cerita selanjutnya bakal dijelasin bahwa mawar hanya beralasan agar bisa menolak doni...ataukah ia punya kemampuan transformatif gender....?

    Baca edisi selanjutnya untuk menjawab teka teki ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semua sudah dijelasin di episode sebelumnya, cek deh :D

      Hapus
  13. Untuk sore yg mencekam. Lu suskses buat gue ketawa sendiri depan rumah. Syukurnya cuman sendiri.

    Dari ceritanya, gue agak heran sama mawar, kenapa namanya mawar, tapi suka cewek. Keknya gue mulai tau endingnya.

    Harusnya, untuk urusan tembak menembak, keknya si cewek yg nyatanya cowok, harus belajar lagi. Kalo sempet ngirim surat ke guru kek gitu. Bisa rame sekolah.

    Mudah2an kelanjutannya gak doni sams mawar pacaran. Semoga.. Hahahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih sudah tertawa diatas penderitaan Mawar xD

      Hmm, seperti jawaban gue di komen" atas. Pangeran Wortel harus baca dari awal episode, biar paham alur ceritanya. Recommended deh :D

      Hapus
  14. jadi ibda gue bacanya, selama ini, mawar itu cowok :")
    kampret banget yak kalau ada di posisi doni. suka sama orang yang nggak suka cewek. bukan karena dia juga cewek tapi... karena dia cowok. apes.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, dia cowok. Wah, elu belum baca episode awal juga ye :v

      Haha, iya, apes emang dia

      Hapus
  15. anjir selama ini, ternyata dia homo hahaha
    lagian namanya Mawar. tai banget yang ngasih namanya.

    yang ngasih namanya itu nggak mikir nanti kehidupan dia bakal hina. cwok kok dikasih nama cewek

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semua itu ada alasannya. Baca gih dari awal episodenya. ini kumpulan cerpen. Recommended bgt.

      Hapus
  16. g kebayang deh itu raut wajahnya, haha

    BalasHapus
  17. ngakak garagara mainannya barbie sama sepeda pink si pinky dikira cewe .. hadeuh -_-

    BalasHapus
    Balasan
    1. sebenarnya ada banyak faktor lain. Baca episodenya dari awal ya. Recommended

      Hapus
  18. sumpah absurd banget cerita lo dah..gue pikir ini cuman soal lo ketinggalan sepeda pink di sekolah terus abis itu udah mau lo ambil,,,ehhh akhir akhrinya kampret abis begini..wkwkwk..tapi gue suka gaya cerita lo..kayak mengalir dan ringan bacanya..walo di akhir gue jadi bingung bingung dikit. hahahahha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih banyak mba Mey xD Ini memang bukan cerita biasa. Kalo hanya berujung pada ngambil sepeda doang kan gk menarik :D
      Alhamdulillah kalo menurut mba gitu. Nah, apaan tuh yang bikin bingung? Mungkin bisa jadi bahan perbaikan dikedepannya.

      Hapus

Yang penting sopan. nggak ada spam dan link aktif.

Salam Penting,
@ajefathoni