Penting Banget

Rama dan Alone (Ngenes Ramadhan)

6/15/2015 Abdul Jabbar Fathoni 4 Comments

image
Awal Mula
Pada zaman dahulu kala...

Stop!!!!
Ini sudah kelewat jauh banget. Masa gue mau cerita dari zaman playstation (baca: plestosen).

Sesuai judul...
Aduh, kalian. Jangan berpikir yang nggak-nggak! Gue nggak bakal nyeritain cerita Rama dan Sinta. Bukan! Ini tentang kisah gue. Oke, sebenarnya kisah Rama dan Sinta lebih seru ya? #hiks #nangisdipojokan

Ehm, gue serius sekarang. Jadi, gue mau cerita tentang kejadian ngenes yang menimpa gue saat ramadhan tahun lalu (cie inget masa lalu). Sebelum gue cerita, ada baiknya gue nyanyi dulu:
Masa lalu biarlah masa lalu
Jangan kau ungkit jangan ingatkan aku
Masa lalu biarlah masa lalu
Sungguh hatiku tetap... (isi titik-titik dengan jawaban yang menurut lo benar)
Iya, emang agak nggak nyambung sih lagunya. Maaf ya #nyengir_radarada
Intinya, cerita ngenes gue disini bercerita tentang sesosok makhluk yang merantau ke Bandung demi menuntut ilmu (baca:kuliah) di Kota Kuliner #sotau ini. Dan, makhluk tersebut bukan ingin menjadi koki, tapi ingin menjadi seorang pendidik (jangan dibaca penduduk). Hua Hua Hua hahaha

Semua berawal dari...
Kisah jones saat gue ngekost di Jl. Mandala No. 48 (MDL 48) daerah Kiara Condong.

Gue selama ngekost di Bandung, kemana-mana selalu sendiri. Gue belum dapat temen di Bandung. Pertama kali jadi anak kost, gue wisata kuliner keliling-keliling wilayah kosan gue. Kuliner di Bandung beda banget sama yang ada di Palangka Raya, terutama dalam hal Bakso. Kalau di Palangka, kalo kita mesen bakso, udah ada mi dan udah komplit dengan kuah, dan dimeja udah disediain kecap dan saosnya. Ternyata pas gue makan bakso di Bandung, bakso itu cuman pentol gede sama kuah, tanpa disediakan kecap dan saos. Dan parahnya, saat itu gue mesan bakso dan jus jeruk, saat gue bayar... Duit gue lenyap 17 ribu hanya untuk pentol dan kuah... Miris

Setelah itu, ada lagi kisah gue saat memberanikan diri untuk jalan kaki ke Trans Studio Mall. Lelah jalan, akhirnya gue naik angkot ke TSM. Seperti biasa, gue jalan kaki bermodalkan baju I Love Palangka Raya, jaket biru, tas hitam, celana jins, sepatu kets, dan headset putih di telinga kiri. Setibanya disana gue langsung cari toko buku Gram*edia, gue pun memborong novel. Tapi karena duit di dompet menipis, gue cuman memborong seadanya dulu, trus keluar ambil duit di ATM. Trus masuk lagi untuk kedua kalinya, dan membeli sisa buku yang mau gue beli. Gue pun membayar ke kasir yang sama lagi. Malu sih rasanya dua kali bolak-balik, ketahuan tipisnya dompet gue. Mungkin dalam hati mbanya bilang "Eh, orang yang tadi.". Untung hal itu nggak bener-bener diungkapkan oleh teteh kasir.

Setelah membeli novel, gue melihat jam gue baru menunjukkan pukul 2 siang. Gue bingung. Celingak-celinguk nggak jelas, keliling-keliling nggak jelas. Hingga orang-orang pun melihat gue dengan tatapan berbinar jijik. Mungkin gue disangka teroris karena dandanan gue dan headset putih di telinga kiri gue sembari terus memegangi headset itu dan nyanyi nggak jelas. Gue akhirnya memutuskan untuk ke Cinema XXI dilantai paling atas untuk nonton film Transfo*rmers 4. Lagi-lagi gue ngenes banget, nonton sendiri di Bioskop. Gue pun bergegas antri. Selagi antri, gue bertatapan muka dengan cowo yang membawa pacarnya sembari senyum mengejek ke arah gue. Mungkin dalam hati dia bilang "Ini pacar gue! Woy, mana pacar lu!" Dan parahnya, dia jauh lebih ganteng dari gue, dan pacarnya sejenis Jeje JKT48 dengan behel. Lo tau kan perasaan gue gimana. #hiks

Tiba saatnya giliran gue untuk memesan tiket, terjadi percakapan yang membuat hati kembali nyesek :

Kasir : "Ada yang bisa saya bantu?"
Gue : "Tolong satu tiket untuk film transf*ormers 4 4Dx 3D untuk jam 15:25."
Kasir : "SENDIRI aja?" (Dengan nada sedikit penekanan pada kata sendiri)
Gue : "Iya. Sendiri aja."
Kasir : "Dimana ya? Tinggal di pojokan sama ditengah."
Gue : "Dipojok aja. kursi J 3"
Kasir : "Oke satu tiket untuk diPOJOKan ya. Silahkan dibayar, harga tiket 40 ribu rupiah."
Gue : "Iyaaaa." (dalam hati kesel)
Kasir : "Duitnya 100 ribu ya, silahkan kembaliannya."

Gue bergegas berdesak keluar pintu, karna antriannya sampai keluar pintu. Dan gue otomatis balik lagi. Sambil menunggu pintu theatre dibuka, gue pun memesan minum. Lagi-lagi berurusan sama kasir cewe yang bikin nyesek.

Kasir : "Ada yang bisa dibantu?"
Gue : "Iced Cappuchinonya satu."
Kasir : "Iced Cappuchinonya SATU ya. Mau pake jelly?" (Kembali menekan pada kata SATU)
Gue : "Nggak usah." (Mulai kesal)
Kasir : "Oke, Iced Cappuchinonya SATU, harganya 28 ribu. Uangnya 50 ribu ya. Silahkan kembaliannya. Terima Kasih"
Gue : "Makasih" (tambah dongkol, bergegas pergi)

Sambil nunggu, gue duduk di pojokan sendiri, disebelah gue bapak-bapak dengan anaknya. Kembali ngenes. Dan...
Pintu theatre pun dibuka, gue bergegas kesana.

Penjaga pintu : "Ya, yang ini dua orang."

Saat gue memberi tiket gue...

Penjaga pintu : "Ya, yang ini SENDIRI aja." (Lagi-lagi penekanan pada kata sendiri.)

Setelah gue masuk. Ternyata dideretan kursi J yang gue tempati di pojokan. Hanya disebelah gue yang blum masuk juga. Gue sih berharap bisa dapat scene kaya di film-film. Ketemuan di bioskop, nggak sengaja bersentuhan tangan karna kaget, trus jadian (sama cewe loh ya). Didepan dan belakang gue lagi-lagi orang lagi pacaran, what's wrong with me today!!! Dan seketika, harapan asmara gue kandas. Datang sekelompok terong-terongan. Dan benar! Merekalah yang menduduki bangku disebelah gue. Gue yang awalnya dipojokan sendiri, dengan dua pasangan didepan dan belakang yang menghimpit gue dengan mesra. Sementara disebelah gue, kumpulan terong yang membuat gue serasa mendapatkan bisikan dari kedua pasangan tersebut, "HOMO nih orang, kasian banget, udah sendiri, disebelahnya laki-laki semua lagi."

Pulangnya, malam-malam. Gue jalan kira-kira 1 kilo lebih hingga ke simpang empat jalan gatot subroto-kiara condong. Gue jalan dengan kecepatan 10 km/jam. Lagi-lagi gue diliatin orang-orang pas lewat. Mungkin... gue dikira teroris atau pencopet. #miris

"Tulisan ini diikutsertakan dalam Best Article Blogger Energy".

You Might Also Like

4 komentar:

  1. Ngakak.
    Lain kali kalau dikira teroris lagi lo bilang aja "My name Iskan. Gue emang titisannya Dahlan Iskan."
    :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe, makasih sudah ngakak dengan semprulna xD
      Plis, gue sebenarnya superman #eh

      Hapus
  2. Ngenes amat, puasa-puasa jalan sndirian, nonton sendirian... Haha
    jadi agak baper gimana gitu lagi kalo ada orang yang ngucapin kata"SENDIRI" sama "SATU ORANG AJA" Hahaha

    Udah ngarepin cewe yg duduk disebelahnya, eh.. malah cowo. Untung gak jadian ya? *Ehh..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha, iya jadi baper banget gue nya. Sensitif gitu deh sama yang berbau-bau mengejek kesendirian xD

      Untungnya sih xD

      Hapus

Yang penting sopan. nggak ada spam dan link aktif.

Salam Penting,
@ajefathoni