Penting Banget

Derita si Perantau #assekk

7/20/2014 Abdul Jabbar Fathoni 0 Comments

Sejak gue menjadi seorang perantau seperti ini :
Merantau

Eh, tunggu dulu, serasa ada yang salah. Kok setelah ditelaah gambarnya jadi gini :

Me-ncuri

#Eh, salah gambar berarti

Yah, pokoknya anggap saja gambar itu seorang perantau. Lagi pula pencuri sama perantau itu identik kok. #serius

Kalau kata orang :

"Sepandai-pandainya pencuri, pasti ketangkep juga."

Kalau kata gua :

"Sepandai-pandainya perantau, pasti bakal pulang kampung juga."

Gimana? Identik bukan? #maksa

Oke, itu nggak penting. Yang penting, sekarang gue mau sharing ke lo semua, bagaimana kisah kasih perantauan gue...

Gue merantau dari Palangka Raya, Kalimantan Tengah - Bandung, Jawa Barat. Ibarat dipeta, gue cuman lompat jari doang. Tapi, kenyataannya lompat jari di peta itu menghabiskan uang yang bisa dibilang cukup banyak bagi gue yang belum punya penghasilan sendiri.

Gue merantau ke Bandung untuk menuntut ilmu ke jenjang yang lebih tinggi setelah gue lulus SMA di MAN Model Palangka Raya. Oke, gue mau cerita sesuatu, dengerin ya! #maksa

Jadi, gue yang orangnya dibilang santai tapi pas mepet waktu malah gelabakan kaya singa yang takut sama kucing, membuat gue gelugupan sehabis gue bersama temen-temen menghabiskan waktu 3 hari untuk UN, ya Ujian Nasional!

Kalau kata gue ya ... #mungkin lo setuju
"UN SMA itu dibanding UN SD dan SMP, kalo UN SD ke UN SMP sama kaya Neraka paling atas ke Neraka 1 tingkat dibawah yang paling atas. Nah kalo UN SMP ke UN SMA itu sama kaya Neraka paling atas ke Neraka yang paling, paling, paling, ter, ter, terBAWAH.*Saking ngerinya sampe terbawa suasana..."

Intinya, filingnya tu beda banget dah!

Kalau pas SD dan SMP itu gugupnya masih tergolong biasa dibanding gugup pas UN SMA yang gugupnya tergolong teramat luar biasa ini. Ya, walaupun gua sudah berusaha semaksimal mungkin, sampai otak gue perlu direhabilitasi #Eh , ya hasilnya gitu-gitu aja, bisa dibilang #PASMANTAB! *Pake hukum tajwid qalqalah kubra kalo kata orang arab...Bukan, gue bukan orang arab kok.

Oke, sekarang balik ke cerita perantauan gue. Sampai mana tadi? Ou, oke. Jadi kalau lo mau tau nomor tel... Eh, bukan ya, ou oke. Jadi gue mulai merantau, dimana seharusnya orang-orang belum memulai perantauannya, maksudnya perantauan Forever Alone. Ya, karna temen-temen gue ngekost bareng kakaknya minimal. Sedangkan gue? Just Alone, and i'm not yet found someone who wanna be my friend #curhatdikitbolehkan

Gue memulai perantauan Forever Alone ini, disaat gue masih belum tau dimana Universitas yang bakal gue pijak nanti. Tapi, gue emang udah netapin untuk kuliah di Bandung sih, apapun resikonya... 

Kalau lo mau tau suka duka *lebih banyak dukanya sih - Baca Disini

Nah, gue mulai kisah perantauan ini dengan berangkat ke Bandung menggunakan pesawat domestik burung maskot Indonesia #IYKWIM , bersama Ibu gue tercinta yang notabene orang Sunda asli. Jadi, untuk memulai perjalanan gue yang penuh nista, gue perlu bergantung dengan Ibu gue tercinta #takutnyasar

Gue bertujuan ke Bandung untuk menjalani tes biro jodoh SBMPTN 2014. Jadi, saat tes sampai dua hari kedepan, gue nginap di tempat ua gue *paman dan bibi.

Tibalah pada saat tes, gue yang masuk ke sebuah SDN Merdeka 5, bukan tes masuk SD kok, tempat tes SBMPTN gue emang disitu, sumpeh...

Jadi, gue masuk dengan muka penuh nista mengenakan baju kotak-kotak warna biru campur item, tentunya tak lupa dengan kacamata yang juga kotak, tapi sepatu gue normal kok, nggak kotak. #apaansih . Nah, pertama kali gue masuk, orang-orang langsung ngeliat gue, ada apa gerangan ungkap gue dalam hati,

1. Gue kelewat ganteng...
2. Mereka melihat muka-muka perantau...
3. Mereka melihat seseorang yang bermuka teroris...

Dan dari ketiga pilihan tersebut, gue curiga... Mereka menduga gue teroris yang diselamatkan oleh seorang Ibu-ibu khilaf, agar gue tobat. Kenapa gue bisa berpikiran gitu? Oke, kalian akan tau alasannya setelah gambar tak senonoh satu ini! #janganngeresdulu , apalagi #ngenes


Gambar 1
Sudah mengerti? Kalau belum, bagaimana dengan ini?

Gambar 2
Gimana? sudah tau jawabannya kan?

Mungkin dengan gambar 1 kalian akan mengira itu foto orang depresi karna jomblo bertahun-tahun #benerjugasih . Tapi bukan itu, itu adalah foto e-ktp gue, beneran! Percaya nggak percaya, gue harus percaya kalau itu adalah muka gue. Padahal saat itu gue sudah berusaha semaksimal mungkin untuk senyum. Tapi bakat senyum sepertinya tidak ada pada gue. Kalau misal @benakribo ingin membuat dirinya terlihat sangar, tapi nggak bisa... Nah, gue kebalikannya, gue ingin terlihat manis-semanis mungkin, malah SANGAR. Gue sendiri nggak percaya itu gue, gue kira itu teroris yang menyelinap masuk saat gue sedang foto e-ktp. Tapi, ternyata itu gue. Tapi, gue masih nggak percaya!!! Jangan-jangan petugas kecamatan sengaja mengedit foto gue yang imut banget, jadi menakutkan banget! * apasih yang nggak mungkin di era modernisasi ini

Mungkin gambar 1 masih terlihat biasa bagi kalian yang mengonsumsi film thriller (pembunuhan) sehari-hari, secara muka pembunuh bagi mereka itu bagaikan muka artis korea gitu loh!!! #pengalamangue *kya..kya.. #teriak_4-1-4-y

Lalu, bagaimana pendapat kalian mengenai gambar 2 ini? Dengan latar belakang yang begitu meyakinkan untuk terlihat sebagai teroris. *Gambar sengaja disamarkan, dikarenakan tidak lulus sensor . Ya, itu latar belakang pada saat kita akan foto untuk SIM. Dan ya! Itu foto di SIM C gue! 

Jadi, nggak salah kalo pas gue masuk SD pada saat tes SBMPTN malah disangka teroris yang nyasar karena salah jam tayang, yang awalnya niat nyulik anak SD, malah bertaruh nasib di SBMPTN ini.

Blum percaya? Kalo belum percaya juga, silahkan tanyakan pada temen-temen gue sekaligus anggota gue di OSIS, kalau berkenan silahkan kalian kasih sumbangan ke mereka, karena mereka sangat disayangkan sudah bertatapan dengan ketua mereka, yang mereka anggap dengan si muka SANGAR. #grrr (backsound - akulah serigala ost ganteng ganteng sangar #eh)

Kalau salah seorang dari kalian bertanya, "Dul, pernah nggak lo dikatain ganteng?"

Nah, jawabannya...
Jangan salah sangka ya, gini-gini (walau sangar gini) gue pernah dikatain Ganteng, lo! Pertama, sama keluarga gue. Kedua, sama temen-temen gue yang bilang "sekilas, lo keliatan ganteng kok." Gimana? Jadi, gue boleh bangga nggak? Oh, nggak boleh ya? #sedihakut

Di tempat ujian, gue dapat 3 orang yang bisa gue anggap temen lokasi (nggak cuman cinta lokasi doang lo yang ada!) . Temen yang pertama, Imam. Gue kenal dia, karna waktu gue baru nyampe lokasi, dia duduk melongo karna ngeliatin soal SBMPTN. Otomatis, yang kala itu gue sama Ibu gue, Ibu gue pun nyapa si doi. Terjadilah percakapan ironis :

Ibu  : "De,tes di ruang 7 juga?" #biasa
Imam : "Bukan, Bu. Saya di ruangan 6?" #biasa
Ibu  : "Oh, iya. Ini, anak Ibu, namanya Abdul." kami pun berjabat tangan #biasa
Imam : "Oh, iya bu." #biasa
Ibu  : "Ya, udah... Ibu langsung pulang aja ya. Tolong jaga anak Ibu!" #lah
Imam : "He, iya bu."

Setelah itu, timbul benih-benih cinta, dan kami pun jadian. #Eh
Bukan, bukan jadi pacar. Temenan aja kok *cie yang masuk friendzone #Eh

Oke, nggak segitunya kali. Gue bukan homo kok. Gue normal? Bisa dibilang begitu. Nggak kok, gue beneran normal! #sumpeh-ampe-tumpe-tumpeh-deh

Ibu gue pun beranjak pergi, gue pun duduk disebelah Imam. #Cie Gue pun mengajak dia ngobrol untuk memecahkan keheningan. Tapi, tidak lama setelah itu, Imam beranjak dan berkata "Saya kesana dulu, ya.", "ya." . Oke... yang pertama gue sendiri lagi. Yang kedua, gue yakin, dia agak risih dan menganggap gue homo. Tapi, emang ada homo yang sesangar gue? #plis-deh-ah

Setelah kepergian Imam #Cie . Datang lagi seorang cowok *lagi-lagi cowok , dia minta izin untuk duduk disebelah gue (duduk sih, duduk aja mas. Gue nggak bakal ngelarang lo kok! Nggak perlu minta izin celcius #karena-keleus-mainstream-banget-pake-z-jadi-bangetz) . Tapi...

Tak lama setelah itu, datang orang ketiga. #Cie . Tapi, lagi-lagi seorang insan yang mempunyai batang seperti jagung. Ya, cowok! *Berbulu, berbiji, berbatang #asssekkkk

Tapi, walaupun gue punya banyak temen lokasi "cowok". Gue cuman kenal nama Imam (orang pertama yang disuruh Ibu gue untuk menjaga gue #Cie), dan Dian (orang ketiga yang datang disaat gue belum apa-apa sama si kedua *belum sempat kenalan maksudnya...)

Ya, namanya juga temen lokasi. Tentunya, setelah tes itu. Kami tidak pernah lagi berhubungan bertemu satu sama lain. #nggak-ngarep-sih .

Setelah 3 hari berlalu dengan menginap di tempat ua gue. Tibalah saatnya gue menuju lokasi Kost-an yang sudah dibooking Ibu gue sewaktu gue menjalani tes SBMPTN. Pada awal gue masuk kesana, gue kaget... Karena pemandangan yang pertama kali gue lihat adalah kecoa yang dengan riang gembiranya kesana kemari. Oke, karena masih ada yang orang yang bertanggung jawab sama kost-an, gue nahan diri untuk mengeksekusi itu makhluk. Horor, gue bilang waktu pertama kali melihat pemandangan kamar kost nomor 7 yang kosong tanpa ada apa-apa, dengan sedikit dinding yang memiliki corak terkikis, dan kecoa yang menari dengan indah di kamar mandinya. Oke, walaupun horor, kalau dipermak dikit juga bakal jadi oke kok, ungkap gue dalam hati. "Gimana, Je*Panggilan sayang dari keluarga gue buat gue. Deal?", "Okelah, deal!" , "Atau mau beli kaset Lylanya juga mas?" *Stop! Ini kost-an, bukan toko ayam cepat saji yang juga toko kaset itu! Dan gue pun resmi jadi anak kost-an, setelah resmi membayar uang sebesar xxx ratus ribu ke mas katakanlah Sidin. Mas Sidin pun kembali ke kamarnya untuk mengambil kwitansi dan memberikan kepada Ibu gue. Oke, #MissionCompleted

What's Next?

Continue?

Misi selanjutnya adalah, memberi perkakas kost-an. Dimulai dari kasur, tikar. Oke urusan kasur diurus oleh teteh gue. Gue pun disuruh memilih tikar, karena di Bandung dingin, gue bakal masuk angin katanya kalo kasur gue nggak dilapisin sama tikar. Oke, it's fine. But... Ketika gue disuruh milih tikar yang dipajang didepan, yang coraknya nggak pake banget, gue pun diam sejenak. Hingga akhirnya, gue melihat dua tikar yang menurut gue "It's Me! Banget" , yang pertama tikar Burung Marah untuk dibawah kasur gue, yang satu lagi bercorak club-club sepakbola. Yang kedua sebenarnya nggak terlalu gue banget. Jujur, gue suka bola nggak terlalu banget sukanya. Jadi, alasan gue milih tikar yang kedua. Karena, menurut gue itu lebih baik dibanding gue harus memilih tikar bercorak halo kucing yang identik dengan warna pink yang nggak gue banget.#Ciyus *Cie alay

Setelah itu, gue beli perlengkapan lainnya, yang paling gue nggak bakal lupa, saat gue ingin membeli tempat untuk naruh sabun, dpml (dan perkakas mandi lainnya). Gue ditawarkan untuk membeli yang ada cerminnya. Tapi, gue nolak dengan gagahnya, dan berkata "Nggak deh, yang biasa aja." , "Oh iya, laki-laki biasanya emang milih yang biasa sih." *artinya tadi kejantanan gue sedang diuji #what's-wrong!!!

Tapi, saat gue ke toserba bareng ibu gue, gue pun bilang "Bu, kayaknya perlu cermin deh, yang satu cermin kecil buat liat tata rambut, yang satunya buat di kamar mandi." Dan, ya! Alhasil, tempat sabun, dpml yang ditawarkan di toko sebelumnya itu akhirnya gue beli juga, kejantanan pun dipertanyakan. #Okesip

Gue sebelumnya ditawarkan oleh Ibu gue untuk beli TV. Tapi, gue dengan gagah menjawab, "Nggak perlu Bu, aku lebih memerlukan laptop dibanding TV." TV pun nggak jadi dibeli. Tapi, ternyata setelah beberapa hari tinggal di kost-an sendiri, gue kesepian juga tanpa tv, dan lagi nggak ada modem, gue kan biasanya bergaul dan bercumbu dengan notebook putih unyu gue yang mana rumah gue dilengkapi modem, alhasil tanpa tv pun gue sanggup bertahan hidup dari kesepian #assekk . Tapi, ini suasananya lain, bro! Gue pun ngirim SMS, "Bu, kayanya aku perlu TV deh, bosen soalnya nggak ada TV." , Ibu gue nggak ngebalas. Dan gue sms lagi, "Eh, perlu modem usb aja deh bu, biar tvnya streaming aja.", dalam sekejap ada balasan, "Yaudah, beli modem itu aja." #IYKWIM . Artinya, gue nggak disetujui lagi untuk membeli TV karna termakan perkataan sombong gue sendiri. #nyesel

Tapi, setelah membeli modem usb... Kehidupan kost-an gue pun lebih berwarna. Gue bisa lebih berekspresi dengan usb modem gue. Gue pun akhirnya hidup bahagia. Tapi...

Itu semua belum selesai... Karena baru-baru ini, Hp samsul gue terhempas kencang kelantai karena kelalaian gue yang main lempar Hp sembarangan. Alhasil, LCD Hp gue retak dan berlayar putih. Dan, lebih parahnya lagi, yang awalnya layar putihnya cuman seperempat, karena gue maksain dan kekeuh nyoba ngebaikin lagi, akhirnya layarnya jadi putih 3/4. #sukses #besar #selamat

Oke, jika ada orang yang kerja di tempat perbaikan Hp yang membaca postingan ini, setidaknya memberi service gratisan untuk gue secara khusus. #Modus

You Might Also Like

0 comments:

Yang penting sopan. nggak ada spam dan link aktif.

Salam Penting,
@ajefathoni