Penting Banget

Tapi...

6/30/2014 Abdul Jabbar Fathoni 0 Comments


Cerita ini masih mengisahkan gue dengan cewe yang sama di cerita sebelumnya... saat itu meski dia sudah punya pacar, gue masih belum bisa melupakan cewe tersebut. Gue masih memBM dia, menanyakan kabarnya juga kabar dengan pacarnya. Hingga suatu percakapan yang membuat gue kaget.
Apa?

Ternyata... Dia sudah putus dengan pacarnya, entah gue harus gimana... Gue mau senang, artinya gue tega sama kondisi dia yang sedang sedih. Ya, pastinya mendengar orang yang gue sayang sedih, gue juga harus ikut sedih, meski terkadang nyesekin hati sendiri...

Gue pun terus berusaha membuatnya terhibur... Inilah yang membuat gue suka sama ini cewe. Dia membuat gue nyaman bersamanya.Meski hanya sebatas BMan, gue merasa dekat dengan dia, dia selalu mengerti apa yang gue maksud... Meski menurut gue sendiri itu GaJe.

Gue terus-terusan berusaha mendekatinya, gue tetep berusaha membuat dia suka sama gue. Tapi... walaupun dia udah putus dengan pacarnya, hal ini masih membuat nyesek. Karna, ketika gue tanya alasan kenapa dia putus dengan pacarnya, dia jawab, Pas itu dia lagi mau jalan berdua dengan pacarnya, trus dia bilang "Aduh cepetan dong, panas nih!", dan ternyata pacarnya marah "Sabar dong! Ah, kalo kayagini gue nggak tahan! Gue blum siap buat punya pacar yang perfeksionis." Dan tiba-tiba putus...

Hello??? What's wrong with him! Gue udah ngedukung dia jadian sama cewe yang gue suka. Tapi malah disia-siain gitu aja. Denger temen gue mutusin si dia gitu aja, membuat gue berpikir dia nggak bener-bener suka dan cinta sama si cewe. Karna hanya masalah sepele gitu dia nyia-nyiain rasa sayang si cewe, yang mana rasa sayang dari cewe itu udah dia perjuangin pake banget! Dia sudah termasuk orang yang beruntung menjadi salah satu orang yang sudah berhasil menarik hati cewe tersebut.

Ya, udah lah... Nggak penting juga ngomongin masalah ini. Gue agak emosi sih dengernya. Tapi dia temen gue, gue nggak bisa ngehakimi dia gitu aja, mungkin dia punya alasan tersendiri yang entah gue nggak tau apa alasannya tersebut sehingga menyiakan cinta si cewe.

Dengan jomblonya cewe yang gue suka, gue pun merasa lebih nyaman dan lebih leluasa untuk dekat dengannya... Gue terus-terusan membuat dia terhibur dengan gue, merasa nyaman dengan gue, sehingga beban yang dia rasa dan semua kekesalan dia paling nggak berkurang dengan adanya gue. Hingga suatu percakapan :

Gue  : "Lagi ngapain?
Cewe : "Lagi nyantai aja, lo?
Gue  : "Gue lagi ngurus blog nih... Ou iya nama blognya gue ganti, baca lagi ya"
Cewe : "Jadi apa namanya?"
Gue  : "ajefathoni.blogspot.com"
Cewe : "Ou oke, ntar deh gue baca lagi blog lo"
Gue  : "Sipp"

Beberapa hari setelah itu gue belum smsan maupun BMan sama dia. Tiba-tiba

Cewe : "Dul, gue udah baca cerita di blog lo yang antara ada dan tiada sama hanya ingin dia bahagia. Itu cewe yang lo maksud siapa? Kok kayak gue?"

Membaca BMnya tersebut membuat gue senang, akhirnya perasaan gue tersampaikan walau nggak secara langsung.

Gue  : "Iya, itu elo. Jujur gue suka, sayang, dan cinta sama elo. Dan apa yang gue ceritakan itu bener adanya. Lo masih ingat kan klo gue pernah bilang ke elo kalau gue cinta sama lo, tapi gue nggak mau denger apa jawaban lo, biarkan gue mencintai lo lebih lama lagi. Itu masih berlaku sampai sekarang. Entahlah, gue nggak tau, memang waktu gue udah punya pacar, pasti gue fokus ke pacar gue. Tapi, pas gue udah putus, entah kenapa gue selalu ingat lo dan lo. Mungkin ini yang gue rasa gue masih cinta sama lo."
Cewe : "Hmm... Makasih banyak udah cinta sama gue. Tapi, lo tau sendiri kan masalah yang gue hadapi sekarang. Maaf sebelumnya gue selalu buat lo sakit hati. Sekali lagi makasih banyak..."
Gue  : "Iya, sama-sama"

Setelah itu gue dan dia pun chatting BM seperti keseharian sedia kala, kami bercanda seperti biasanya. Dan meskipun dia masih bingung gimana nanggepin perasaan gue. Gue masih ingin terus berusaha membuat dia suka sama gue, karna dialah orang yang membuat gue nyaman. Bahkan, saat gue dan dia BMan pake bahasa sunda, walaupun sebagai sahabat. Gue merasakan nyaman yang lebih dari sahabat.

Beberapa hari setelah itu, gue tanya kepastian perasaan dia ke gue,

Gue  : "Gue boleh nanya sesuatu nggak? Serius nih."
Cewe : "Nanya apa? Kayanya serius banget?"
Gue  : "Nggak aja, kemaren kan gue sudah nyatakan perasaan gue ke elo. Gue pengen tau gimana sebenarnya perasaan lo ke gue? Lagipula gue pernah dulu bilang ke lo nggak usah dijawab sekarang, biarkan gue lebih lama mencintai lo. Sekarang, aku bener-bener mau tau jawabannya..."
Cewe : "Gue menganggap lo sebagai sahabat cowo yang terbaik yang pernah gue temui. Maaf klo gue belum bisa balas sesuai keinginan lo... Karna memang itu yang gue rasakan... Gue nggak mau ntar dikira PHP."

Mulai Nyesek...

Gue  : "Blum bisa? berarti suatu saat ntar bisa lo? Kalo boleh tau kenapa lo  nganggap gue kayagitu?"
Cewe : "Hmm, ralat deh. Gue nggak tau dul.. Gue nggak mau ntar dibilang PHP lah apa lah.. Pokoknya gue bilangnya sesuai yang gue rasakan. Karna lo sahabat yang paling ngertiin gue, selalu ada buat gue, bisa ngasih solusi buat gue, bisa nenangin gue.."

Tambah nyesek...

Gue  : "Nggak tau ya. Hmm, semoga aja lah. Jangan menghindar ya... Kalo boleh, gue ingin berusaha lebih lagi setelah ini... Gue mau lebih lama lagi berjuang untuk lo. Jangan abaikan perasaan gue. Gue tau lo bukan orang yang akan mengabaikan perasaan seseorang. Kalo lo berkenan nanti. Gue pengen banget suatu saat nanti lo membuka hati lo buat gue. Ya tapi emang nggak bisa dipastikan sih...Cukup deh pembicaraan seriusnya. Gue nggak mau membebani lo berlebihan. Gue nggak mau maksa juga kok. Makasih..."
Cewe : "Iya, dul."

Setelah itu percakapan kami kembali seperti biasa... Bercanda seperti sedia kala... Tapi, tetep nyesek. Saat itu, gue juga mengetik pesan yang suatu saat ntar bakal gue kirim buat dia... Kira-kira gini :

"I Love You... Walaupun sudah berkali-kali ditolak olehmu, entah kenapa perasaan ini tak pernah lepas dariku. Ketika melihatmu bersama yang lain, membuat hatiku terasa amat sakit. Ya, mungkin aku egois bila aku merasa seperti itu. Namun, ketika kau merasa senang, entah mengapa aku juga merasa senang. Dan, jika kau merasa sedih, hatiku bagai tercabik-cabik. Karena aku sama sekali tak ingin kau sakit hati. Setiap saat, aku selalu ingin menjagamu, aku selalu ingin didekatmu. Ya, mungkin aku egois. Tapi itulah yang kurasakan... Meski, selama ini, cintaku merupakan cinta yang tak terbalas. Aku sering berharap, suatu saat nanti akan terbalas. Bahkan dalam doaku, selalu kumasukkan namamu. Selama ini hanya rasa cemburu yang kurasakan saatku mendengar kau menyukai orang lain. Aku pun tertegun, dan bertanya "Mengapa mereka bisa meluluhkan hatimu. Sementara aku nggak?" "Perjuangan apa lagi yang harus kulakukan?" "Mungkinkan selama ini aku dianggap kurang serius?" "Ataukah selama ini karna dia selalu menganggap tak ingin lebih dari teman?" Maka dari itu aku selalu berkata kepadamu "Orang yang mendapatkan rasa cintamu itu merupakan orang yang beruntung." Yang artinya, dalam lubuk hatiku yang terdalam "AKU INGIN MENJADI ORANG ITU." Suatu saat nanti aku akan mengirimkan atau memberitahukan hal ini kepadamu. Tapi kurasa bukan sekarang (20.06.14) Karena sebenarnya aku tak ingin membebani pikiranmu. Aku tak ingin memaksamu. Asal kau tau, aku sungguh-sunguh mencintaimu."

Berhari-hari gue nggak smsan ataupun BMan... Gue merasa pesimis kembali. Tapi... mantan gue yang juga temen curhatnya pernah bilang kegue dalam suratnya yang ada di kado gue, "Gue kagum sama lo dul... Selama 5 tahun masih mengaguminya... Semoga dialah orang yang lo inginkan, orang yang akan menjadi cinta sejati lo."
Kata-kata tersebut membuat gue seolah termotivasi kembali dan lebih percaya diri. Saat yang gue rasa tepat untuk mengirimnya pesan gue untuk cewe itu...

Dan akhirnya dalam beberapa hari kemudian, dia membalas sms gue lewat BM.
Cewe : "Maaf baru balas dul, bukan maksud nggak mau balas.. Gue bingung.. Tapi gue bersyukur ada orang yang sayang sama gue, yang perhatian sama gue, trus sampai masukin nama gue kedalam do'anya. Aku bingung harus gimana."
Gue  : "Bingung gimana? Bilang aja bingung gimana yang lo rasakan. Gue bakal ngertiin kok. Iya gue tau lo bukan tipe orang yang nggak mau balas hal itu kok."
Cewe : "Bingung aja, Lo pasti ngerti bingung yang gue rasain gimana."
Gue  : "Hmm... Masih terbayang yang lalu? Atau seperti yang gue kirim itu?"
Cewe : "Hmm... Kayanya gitu deh. Nggak tau juga nih."
Gue  : "Hmm... Yasudahlah."

Walaupun nyesek... Gue seneng gue bisa mengungkapkan perasaan gue selama ini kedia. Dan lagi, dia nggak menjauhi gue. Gue akan berusaha sekuat mungkin untuk terus ada disisinya disaat suka maupun duka. Gue rasa, gue bener-bener menyayanginya. Semoga dengan dia, gue akan merasakan PDKT yang gue inginkan, PDKT yang bertahap, dan semoga perasaan yang tak terbalas ini suatu saat nanti akan terbalas.

Pesan untuknya seperti lagu yang gue dengarkan saat ngetik ini...
"biarkan aku
jadi sesuatu yang berarti untukmu
tapi tidak sesaat

biarkan aku

jadi sesuatu yang berarti untukmu

tapi tidak sesaat

biarkan aku

jadi tempat untuk bersandar disaat
kau terpuruk rapuh
jangan sampai kau lemah
aku yakin kau pasti bisa bangkit
jangan anggap kau sendiri hadapi
ada aku disini
walau dia kini tlah lama dihidupmu

namun sampai kini tak bahagiakan kamu

lupakan semuanya tinggalkan saja percuma...Oh...

bukalah matamu selebar dunia ini

dan rasakan banyak orang yang perduli

jangan ingat lagi jangan kau sesali
ada aku disini
biarkan aku
yang bisa dapat menuntunmu disaat
kau dilanda ragu
dan biarkan aku
membuatmu lepas tertawa
dan biarkan semuanya berlalu
jangan sampai kau lemah
kuyakin kau pasti bisa bangkit
jangan anggap kau sendiri hadapi
ada aku disini"
Cerita selanjutnya...

You Might Also Like

0 comments:

Yang penting sopan. nggak ada spam dan link aktif.

Salam Penting,
@ajefathoni