Penting Banget

Hanya Ingin Dia Bahagia

5/21/2014 Abdul Jabbar Fathoni 0 Comments

Cerita sebelumnya


Gue akan melanjutkan kisah pencarian cinta sejati gue, berkaitan dengan cerita sebelumnya, yaitu dengan orang yang gua kagumi dari 5 tahun yang lalu. Kisah ini dimulai saat liburan kelas kami sebelum kegiatan perpisahan. Gue merasakan rasa kasih sayang yang mendalam didalam diri gue, untuk orang yang sudah gue kagumi sejak 5 tahun yang lalu.

Sejak sebelum keberangkatan kami ke tujuan liburan, gue sudah memutuskan untuk berjuang mendapatkan dia. Gue sudah berusaha semaksimal mungkin untuk mengungkapkan perasaan gue, melalui perlakuan gue yang agak berbeda dari sebelumnya. Tapi, apalah daya, gue bersaing dengan temen gue sendiri, yang mana si cewe tersebut juga suka sama dia. Kami bersaing secara sehat, temen gue mengajak dia bercanda gue mendukung, gue mengajak dia bercanda temen gue juga mendukung.

Waktu yang gue sisihkan untuk memori bersamanya saat liburan sudah tak terhitung, hampir setiap waktu, gue selalu berusaha berada didekatnya. Canda dan tawa, suasana yang hening sudah gue pecahkan dengan candaan gue. Pada saat itu, gue sadar kalau gue teramat sangat menyayanginya. Tapi...

Ternyata, tibalah saatnya yang cukup menyakitkan bagi gue. Temen gue yang disukai si cewe, sudah sangat menunjukkan rasa cintanya ke si cewe. Sementara gue hanya bisa terdiam melihat si cewe, tanpa bisa mengungkapkan apa-apa. Meski, gue sudah berusaha untuk selalu berada didekatnya, dikala suka maupun duka. Tapi, ternyata itu tetap nggak cukup bagi dia. Walaupun dia bersedia saat berfoto berdua dengan gue, berjalan bersama-sama, dekat dengan gue. Menurut gue rasa itu tetap berbeda, sangat terlihat berbeda saat dia dekat dengen temen gue itu.

Dan tibalah pula, saat yang paling menyakitkan bagi gue. Saat kami dalam perjalanan pulang, temen gue menyatakan rasa sakitnya melalui nyanyian. Karena ingin menghibur diri, gue pun ikut terlarut dalam nyanyian tersebut. Kami bernyanyi dan terus bernyanyi, sakit hati yang kami rasakan bersama begitu terasa saat menyanyikan lagu-lagu yang menyentuh hati. Hingga, gue tersadar kalau nyanyian kami telah membuat si cewe sakit hati. Dan gue rasa temen gue pun tau jika dia sedih, namun dia tetap ingin mengekspresikan rasa pedih hatinya ke si cewe. Gue pun terdiam, namun ikut merasakan kepedihan si cewe. Gue tau, rasa sakit yang seperti apa yang telah dilalui si cewe. Sambil terdiam, gue ikut merasa bersalah...

Di detik-detik terakhir, temen gue pun minta duduk berdua dengan si cewe dengan alasan ada yang ingin dibicarakan. Tentu saja, dia akan menyatakan cintanya dengan cewe tersebut. Perasaan gue, yang melihat cewe yang gue kagumi ditembak oleh temen gue sendiri seperti tercabik-cabik. Dan karna tak sanggup melihat, gue pun berpaling menghadap kearah berlawanan, bersandar di dinding bis... dan termenung. Dalam hati gue berkata, "Tak bisakah, gue merasakan perasaan seperti itu juga. Tak bisakah, gue merasakan cinta darinya."

Temen gue ditolak, tapi bukan benar-benar ditolak. Karna sebenarnya gue udah tau si cewe juga menyukai temen gue itu. Karna si cewe sudah pernah curhat dengan gue, hati gue memang sakit melihat dia mengatakan kalau dia suka juga sama temen gue, gue pun diam. Gue nggak mau membuat dia merasa bersalah hanya karna gue suka sama dia, hanya karna orang yang dia curhati itu suka sama dia.

Saat itu, gue sudah memutuskan untuk menyatakan perasaan gue saat pengumuman kelulusan. Gue pun memendam perasaan yang gue rasakan ini. Dan ternyata, saat kelulusan tiba pun... Gue sama sekali belum menyatakan perasaan gue kedia. Karna gue tau... Dia sudah jadian dengan temen gue.

Sekarang, gue udah nggak terlalu memikirkan lagi apa itu cinta, apa itu pacaran. Menurut gue, yang paling tepat adalah menjalani cerita cinta seperti air yang mengalir. Itu sebenarnya juga merupakan perkataan si cewe. Gue pun memberikan selamat ke si cewe :

Gue  : Cie yang sudah jadian :D
Cewe : Haha, iya dul. Makasih ya udah mau dengerin curhat-curhat gue selama ini. :)
Gue  : Haha, iya. Sok banget ya gue ngasih saran ke elo. Padahal gue sendiri nggak pernah ada perkembangan. X_X
Cewe : Lo nggak gitu kok dul. :) gue juga sebelum ini udah banyak mengalami cerita cinta yang panjang dan ribet.
Gue  : Iya. Semoga langgeng aja ya. :)
Cewe : Iya...

Gue sebenarnya sejak mengucapkan selamat ke dia udah nggak memikirkan apa-apa lagi. Tapi, sejak gue menonton anime yang baru keluar musim ini, dan gue mendapatkan kata-kata yang sangat pas buat gue, "Tapi, karna dia dambaanku. Aku pun merasa takut. Takut akan ketidaksanggupanku untuk mengejarnya. Walaupun sudah berusaha sekeras mungkin.". Dan, setelah gue menonton filmnya bang radit, MMJ, gue merasa banget kalau perasaan yang ada dalam si tokoh utama itu gue banget. Cocok untuk menyampaikan perasaan gue ke dia.

"Kalo boleh jujur, sebenarnya gue suka sama elo. Tapi melihat kalian berdua bersama. Kalian terlihat cocok. elo cantik baik. dia juga ganteng wangi keren. Gue cuman ingin melihat lo bahagia."

Dan ending yang gue dapat dari film membuat gue tersadar.

"Cinta itu tak harus memiliki. Kita melihat orang yang kita suka bahagia dengan orang lain pun kita akan ikut bahagia. Walaupun perasaan sakit itu ada. Tapi tak sebesar rasa sayang dan bahagia yang melihat dia tersenyum bahagia bersama orang yang dia kasihi."

"Perjalanan cinta gue masih jauh... Tidak hanya terbatas oleh sebuah masa yang menyenangkan. Dan mungkin suatu saat nanti gue akan sadar, bahwa jodoh gue sebenarnya sudah sangat dekat tanpa gue sadari. Dan tak selamanya yang orang yang gue sayangi dan gue mengerti dia harus menjadi milik gue. Mungkin saja yang akan menjadi pendamping hidup gue kelak adalah orang yang menyayangi dan mengerti gue. Ya... Orang yang sangat gue butuhkan!"

Intinya pesan yang ingin gue sampaikan ke orang yang gue kagumi sejak 5 tahun yang lalu adalah "Gue hanya ingin dia bahagia" - Cerita selanjutnya...

Baju Batik Kalimantan Tengah

You Might Also Like

0 comments:

Yang penting sopan. nggak ada spam dan link aktif.

Salam Penting,
@ajefathoni