Penting Banget

Antara Hidup dan Mati

3/08/2014 Abdul Jabbar Fathoni 0 Comments

Kali ini gue posting di Cafe langganan gue sejak gabung dengan Stand Up Palangka Raya. Cukup sedih juga sih, malam minggu bukannya jalan sama pacar malahan nongkrong di Cafe. Tapi bagi gue sih nggak masalah asal bareng temen. Kali ini gue bakalan ngelanjutin kisah pencarian cinta sejati gue, dan masih dengan orang yang sama*Sedih banget ya. Saat mikirin orang yang sama yang telah cukup lama gue kejar sampai sekarang, yang belum dapat hasil juga.

Cinta, masih betah aja gue ngomongin cinta, walau nggak ada senang-senangnya dan malahan sedih*Parah. Seperti yang gue bilang, Gue sekarang masih berusaha memperjuangkan perasaan gue dengan Mai. Kalau memperjuangkan nggak mesti pacaran dong!!

Ngomongin kisah cinta sendiri itu bikin nyesek banget. Apalagi kalau diinget-inget selama gue deketin dia, gue belum sama sekalipun jalan bareng dia. Ya alasan dia sih karena memang dia nggak dibolehin keluar malem buat jalan doang, apalagi sama cowo. Ya, jadinya mau nggak mau gue cuman bisa PDKT lewat bm doang. Tapi, sampai saat ini gue belum dapetin sinyal cinta sedikitpun dari dia.

Keputusan soal cinta ini rumit banget. Karena kalau diperjuangin dapat nyesek doang. Tapi, kalau menyerah gitu aja dan berpindah ke lain hati, eh malahan yang ditinggalin mulai suka. Dan hal itu sudah sering gue lalui.
Hidup dan Mati

Pernah suatu kali gue deketin cewe, katakanlah S. Gue suka sama dia saat pandangan pertama. Gue sudah deketin dia sampai kami udah saling merasa nyaman satu sama lain. Tapi, karena gue sadar kalau dia udah ada yang deketin, kk kelas lagi, ganteng lagi*kalah dua poin gue. Nah, karena gue pesimis, lama kelamaan gue nyerah dan saat itu juga gue berusaha move on dari dia dengan cara dekatin cewe yang lain, katakanlah D. Ternyata, setelah lama gue pdkt dengan D. Saat itu gue udah tau sebenarnya kalau dia nggak suka sama gue dari kalimat, "Masih belum ada yang tepat lagi ka untuk ade.". Artinya bagi gue, kalau saat gue tanya ke dia dan jawabannya gitu, dia nggak suka sama gue. 

Dan jawaban pun gue dapat secara langsung, saat gue latihan paski. Gue dan dia dipanggil kedepan oleh pelatih paski kami. Kami berdua pun kedepan barisan, dan dihadapan temen-temen kami sendiri gue merasa dipermalukan walaupun gue tau maksud dari pelatih gue itu baik. Pelatih kami nanya ke si D, "Suka nggak sama Jabbar? Jujur aja!", si D diam. "Suka nggak? Bilang aja nggak apa. Jabbar ini ganteng kok, kenapa nggak?", "Iya ka, suka.", "terus kenapa nggak pacaran aja?", "Nggak mau pacaran ka", "Kenapa nggak mau pacaran", "Blum nemu orang yang tepat aja.". STOP!!! Bagi gue jawaban kaya gitu udah cukup, artinya "Dia nggak suka sama gue." Dan gue rasa PDKT gue berujung kehancuran. Karena, saat gue pulang dari latihan paski, sesaat gue naik motor menuju ke rumah, dunia dan waktu serasa berjalan lambat banget. Gue yang biasanya melaju dengan kecepatan 50-60 Km/Jam, jadi 30-40 Km/Jam. Asli hati gue serasa hancur banget saat itu. Setelah mendengar jawaban langsung saat itu, gue langsung nyerah deketin dia, ya walaupun gue sempet sms dia, gue lupa apa smsnya.

Menentukan antara berjuang atau menyerah dalam cinta itu, seperti menentukan masa depan sendiri. Itu semua layaknya kehidupan diambang kematian, antara hidup dan mati.

Setelah sakit oleh jawaban yang gue denger dari D. Tiba-tiba gue dapat sms dari si S. Berisi kata-kata galau. Dan saat gue tanya kenapa, ternyata dia suka juga sama gue. Akhirnya, kami berdua saling mengungkapkan cinta satu sama lain. Gue galau, seandainya gue tau dia mulai suka sama gue, gue nggak mungkin sanggup ninggalin dia dan menyerah gitu aja. Tapi, yang namanya nasi udah terlanjur jadi bubur, yo wes GAGAL lagi Cerita Cinta gue.

Kembali lagi ke cerita cinta gue bersama Mai*Ceilah, kaya yang udah jadian aja. Gue galau, gue udah terlanjur punya tekat untuk nggak pacaran dulu sebelum mantan gue Cantika punya pacar lagi. Dan guepun nggak niat untuk pacaran sampai gue selesai menempuh ujian gue. Ujian terpenting bagi 3 tahun pendidikan gue di MAN. Ya, UN!!!

Saking gue mikirin Mai, sampai gue sambil posting ini gue bman bareng Mai. Tapi, seperti yang gue jelasin di cerita sebelumnya. Gue nggak terlalu berharap lagi dengan kisah gue bareng si Mai ini. Karena saat PDKT aja, sampai saat ini kami belum pernah jalan berdua. Sebenarnya, itu bukan hal yang gue harapkan seperti PDKT yang bertahap. Tapi, yang namanya berusaha, ya musti dilanjutin lah.

Sambil ngelanjutin, sambil sedih, senyam-senyum nggak jelas juga. Tapi, ya tetep nggak ada respon pasti.*Nyesek ya. Udah lah, bagi gue nggak ada yang perlu diceritain lagi dari kisah gue dengan Mai ini, "Because, now for me it's nothing important anymore about us". Udah lah, sampai jumpa lagi... Di kisah selanjutnya...


You Might Also Like

0 comments:

Yang penting sopan. nggak ada spam dan link aktif.

Salam Penting,
@ajefathoni