Penting Banget

Penentuan tuk Sementara

2/25/2014 Abdul Jabbar Fathoni 0 Comments

Telah banyak yang gue lalui untuk mencari cinta sejati... Dimulai dari pencarian diri, berjalan hingga kegunggahan hati, lalu menuju ke penentuan yang ingin gue tetapkan.
Mungkin penetapan gue ini akan berlangsung bagi masa depan 3 hati yang sebelumnya gue ceritakan, tapi yang telah gue sebut sebagai 2 kemungkinan, sekarang hanyalah tinggal satu kepastian. Dimana gue akan menetapkan itu semua.
Sementara Saja

Sebenarnya gue masih bingung untuk memilih antara memperjuangkan Mai ataukah melanjutkan ini semua dengan Santi... Gue sadar selama ini Santi memberikan perhatian lebih ke gue, tapi gue tetap nggak mau gegabah dan terburu-buru untuk menetapkan. Karena apa yang gue tetapkan itu berlangsung bukan hanya untuk gue sendiri, kemungkinan orang lain yang ada disekitar gue juga akan merasakan yang sama.
Untuk menetapkan sebuah penetapan yang pasti, gue percaya untuk curhat kepada orang lain yang gue anggap bisa menjaga rahasia. Dia salah satu orang yang gue tanya untuk survei tips respon cewe terhadap perasaan cowo, dan diantara semua cewe yang gue tanya menurut gue dia yang paling idealis jawabannya. Gue akhirnya menanyakan semuanya ke dia, karna terkadang untuk mendapatkan sebuah jawaban atas perasaan cewe kita nggak bakalan dapetin jawabannya dari cowo. Walaupun sebenarnya jujur, gue jarang konsul sama cowo. Karna terkadang sesama cowo itu canggung untuk berkomentar terhadap cowo yang lain dan terkadang semua itu sekarang lebih nyaman jika konsultasi kepada yang berbeda jenis dan sama spesies dengan yang kita sukai.
Gue tanya semua ke dia, atas apa yang gue rasakan. Jujur apa yang gue rasakan dengan cinta selama ini lebih banyak sakit hatinya. Dan kenyataan sistem perpacaran di Indonesia itu membuat nyesek cowo Indonesia. Coba lo pikir berapa perbandingan cowo dan cewe yang ada di dunia ini? Rata-rata orang pasti mengatakan 1:3. Lalu kenapa masih harus cowo yang memulai semuanya? Karna dia yang akan menjadi kepala keluarga?
Mungkin dihati lo semua pada bertanya-tanya tentang hal ini, mungkin salah satu dari lo berkata, "Iya juga ya, kenapa sih ini semua terjadi?". Ini bukan tentang idealisme cinta! *Sebenarnya gue juga bingung tentang idealisme yang nyata
Lalu kenapa semua ini terjadi di Indonesia, atau bahkan seluruh cowo di dunia merasakan ini semua? Mungkin jawaban dari ini semua adalah sifat cewe itu sendiri. Beberapa cowo mengakui pemikiran cewe itu lebih dewasa dibandingkan pemikiran cowo seumurannya.
Lalu kenapa harus cowo coba yang memulai semua ini, kalau memang bener cewe itu lebih dewasa ketimbang cowo? Cewe semua bakal ngebela kaumnya, "Kami nggak bisa sembarang memilih cowo, karna kami nggak mau sakit hati karna cinta."
Coba lo pikirin sekali lagi, sebenarnya itu pembelaan yang omong kosong ! Gue kesel sama diri gue sendiri, kenapa dan kenapa kehidupan gue sesuram ini? Dan coba lo pikir! Nggak cuman cewe yang ngerasain sakit hati, bahkan ketika lo ngenolak cowo dan berkata seperti itu, banyak cowo yang depresi, sakit hati, dan bahkan ada yang bunuh diri. Lo pikir cewe doang yang bisa sakit hati? Nggak bro!
Tapi ni ya, buat semua cowo terutama yang ada di Indonesia. Kita jangan mau kalah dengan yang namanya cinta ! Kalau lo mudah kalah dalam mencari yang namanya cinta sejati. Lo pikir masalah lo bakal selesai dengan bunuh diri? Nggak!!! Lo bakal nyusahin diri lo, bahkan orang lain disekitar lo! Kita harus kuat menghadapi suramnya hidup, terutama yang baru aja patah hati nih. Lo jangan lembek! Karna kalau lo sekarang aja lembek sama cewe yang emang bukan jodoh lo, gimana lo ntar waktu jadi kepala rumah tangga? Gue jamin, klo lo semua nggak mau bangkit dan berubah menjadi jati diri yang lebih baik, lo nggak bakal bisa membangun keluarga yang sejahtera.
Itulah jawaban yang selama ini gue cari! Kenapa hidup gue sesuram ini? Itu karna guenya aja yang bersugesti suram, padahal banyak jomblo diluar sana yang lebih suram, tapi mereka semua bahagia *Bukan berarti bahagia atas kesengsaraannya. Tapi mereka masih bisa menikmati hidup mereka, walaupun mereka sendiri tau gimana pedihnya kehidupan dan cerita cinta mereka sendiri. Jodoh setiap orang itu Tuhan yang mengaturnya.
Tapi jangan juga, mentang-mentang Tuhan yang mengatur. Lo jadi santai-santai dan hanya berdo'a. Hasil nggak bakalan lo dapat tanpa adanya usaha, do'a doang nggak cukup bro! Maka dari itu gue saranin lo semua, tetap semangat dan berusaha serta yakin, kalau diluar sana masih banyak kemungkinan lain yang akan gue hadapi, kalau itu kemungkinan buruk kita harus lebih mempersiapkan diri untuk mengatasi kegalauannya, dan kalau itu kemungkinan baik kita harus bisa menjaganya.
Ngomongin soal ketetapan gue atas yang gue peroleh dari curhatan ke temen gue tersebut juga penuh pertimbangan. Dia tau semua kejadian yang terjadi dalam cerita cinta gue yang sekarang, dan dia berkata, "Jujur, nyesek banget dul cerita cinta lo. Jadi pingin nangis, tapi ada beberapa yang memang bisa membuat tertawa." . Gue pikir, sifat gue ini malah jadi kaya cewe, yang kalau lagi sakit hati dia bakal bilang "Nggak apa apa kok, gue baik-baik aja." .
Gue rasa Mai udah tau kalau gue suka sama dia. Gue tau dari kata-katanya, "Setiap orang yang suka sama gue pasti selalu melakukan kebaikan." Tapi dari lanjutan kata tersebut, gue juga tau kalau dia lagi suka sama temen gue sendiri, "Kenapa gue selalu menyukai orang yang salah." "Emang kenapa de?" "Nggak aja, gue selalu menyukai orang yang bisanya cuman nyakitin hati, sementara orang yang suka sama gue pasti selalu melakukan kebaikan." . Nyesek nggak? Bagi gue nyesek banget. Dan gue balas, "Ya memang gitu de. Dipertimbangkan aja lagi. Itulah yang kata kk cinta itu ribet. Dan terkadang kalau kita cinta atau suka dengan orang tapi bertepuk sebelah tangan itu susah dan nyesek banget. Tapi ya mau gimana lagi, kan memang nggak bisa maksakan perasaan orang. *Emote senyum tapi nyesek.".
Sebelumnya, gue mencoba untuk refreshing diri dengan nonton bioskop. Dan gue minta temenin yang kebetulan Santi juga kepengen nonton. Gue pikir yang gue lakuin ini bisa membuat gue suka dengan Santi, dan bisa ngejauhin gue dari Mai. Tapi yang gue rasakan malah semakin nggak enak, dan semakin terasa ada yang salah, seperti hati nurani menyuruh untuk tidak melakukan ini. Dan jujur gue nggak enak sama sekali. Selama gue nonton dengan Santi, gue hanya bisa diam dan menatap kedepan dan nggak berani menatap matanya. Karna hanya kesedihan dan kegalauan yang gue rasakan saat itu. Gue akhirnya memutuskan tetap seperti biasanya dihadapan Santi, cuek.
Setelah nonton itu, gue makin ngerasa bahwa semua ini salah. Yang memang pada awalnya temen gue nyaranin untuk membatalkan. Tapi gue ngerasa gue masih perlu teman untuk merefresh otak gue yang baru selesai Try Out ke-2 sudah dihadapi permasalahan cinta ini. Gue yakin Santi ngerasa gue orang jahat yang sebenarnya kalau dia ngebaca tulisan ini. Jujur, gue anggap acara nonton itu hanya sebagai nonton bersama teman, nggak lebih. Walaupun gue sempet cinlok sama Santi. Tapi gue lebih merasa nyaman dengan apa yang gue perjuangkan sebelumnya. Dan gue juga nggak enak, karna ada satu cowo yang udah gue ceritain sebelumnya yang juga lagi deketin Santi, tapi Santi nganggap dia cuman temen.
Entah kenapa, gue seperti menjadi orang kejam di sini. Padahal gue pikir, apa salahnya sih gue mencari temen nonton? Ya jelas salah BEGO! yang lo ajak nonton itu yang lagi memperhatikan lo sekarang. Lo udah mempermainkan hati cewe! Hanya kata itu yang terlintas untuk mengejek gue sendiri. Karna sebenarnya yang membawa diri gue dalam cerita cinta yang suram itu gue sendiri. Gue selalu salah dalam menetapkan keputusan. Tapi itu semua jujur, membuat gue menjadi lebih baik kedepannya.
Gue putuskan untuk memperjuangkan apa yang telah gue perjuangin, yaitu Mai. Tapi karna kebodohan gue yang mengajak nonton Santi. Mai jadi berpikiran kalau gebetan gue itu Santi. Padahal jelas-jelas yang gue sms itu dia. Ya, mungkin dia bimbang...
Dia banyak berkata, yang membuat gue menjadi lebih menyukainya. Dia berkata apa adanya. Dan gue tau, sebelumnya dia masih mikirin mantannya, tapi gue tetap bersikeras untuk memperjuangkannya. Demi mendapat apa yang gue mau rasakan, CINTA SEJATI..
Sudah cukup lama gue berusaha, gue mendapatkan tantangan lagi. Gue harus melewati masa-masa dia menyukai gebetannya, yaitu temen gue sendiri. Disini lah gue tambah bingung. Dia yang selama ini nganggap gue teman. Masa mau gue makan sendiri daging temen gue *Ibaratnya.
Tapi jujur gue bingung, setiap gue menyukai seseorang yang memang sangat ingin atau pun sudah gue perjuangkan, dia selalu tertuju pada orang yang sama dengan yang gue tuju. Gue lagi mau deket si A, dia ternyata lebih agresif mendekati A. Gue mundur. Gue lagi menatap si B, ternyata dia nggak disangka berkomentar "Gue lagi suka sama dia tu*si B.". Gue mundur. Dan gue lagi pdkt sama si Mai, ternyata dia lebih duluan pdkt dengan Mai dan Mai mulai suka sama dia. Gue shock....
Saat itu, gue yang lebih ingin mempererat pdktan kami. Tapi, setelah Mai curhat ke gue tentang temen gue sendiri, dan dia berkata suka. Gue hanya bisa mendukungnya "Perlu bantuan kah de? Kk bisa bantu kok kalau ade mau *Senyum" . Kenapa gue lakuin itu? Karna orang yang hebat itu bukanlah sekedar yang bisa mendapatkan siapa yang mereka perjuangkan, tapi mereka yang bisa mendukung orang yang ingin mereka perjuangkan itu bahagia walaupun tidak bersama dirinya. Dia balas "Nggak usah ka, lagipula kknya udah nggak deket sama ade lagi kok. Sekarang perasaan suka ade juga lebih sedikit dibanding kemaren." "Ou, yaudah deh de kalau gitu." "Susah ya ka, maksain cinta dan suka lebih dalam ke orang tu." "Ya, begitulah de. Kalau hati nurani berkata masih ragu. Jangan pernah diikutin. Karna cuman membawa kita kedalam kesengsaraan dan penyesalan."
Jujur, gue bingung harus gimana lagi...
Tapi yang pasti, jika berkenan. Suatu saat nanti mungkin gue akan mendapatkan jawaban atas semua ini. Dan yang pasti penentuan untuk sementara adalah untuk mencari teman sebaik mungkin. Daripada memaksakan kehendak kita kepada orang lain, lebih baik mengikuti arus kehidupan sambil meratapi kegalauan dan menjadikan kegalauan itu yang bisa kita pelajari dan tuntaskan. Lebih baik, gue jalani dengan apa adanya dulu...
Semua, pasti kan ada jalan keluarnya. Walau jalan buntu sekalipun. Dan sebelum mencapai jalan keluar tersebut, kita harus menghadapi hambatan dan rintangan yang didalam hambatan dan rintangan tersebut akan ada hikmah yang bisa membawa kita keluar dari jalan yang buntu tersebut....

You Might Also Like

0 comments:

Yang penting sopan. nggak ada spam dan link aktif.

Salam Penting,
@ajefathoni