Penting Banget

Kisah-Kasih Pramuka

1/22/2014 Abdul Jabbar Fathoni 0 Comments

Sudah 9 tahun gue ikut pramuka, dari siaga yang hanya hepi-hepi karna selalu bernyanyi, lalu ke penggalang yang hepi karna selalu beryel-yel ria, hingga ke penegak yang serius tapi tak lupa juga selalu tertawa karna selalu bercanda. Ha ha ha

 Gue enggak pernah merasa bosan dengan pramuka. Sudah banyak kenangan yang gue lalui saat pramuka, mulai cinlok, pengalaman memalukan, mendebarkan, dan sebagainya. Pokoknya lengkap deh.
#KISAHKASIH

Saat gue kelas 4 SD, gue pernah dimarahin kk kelas gue karna saat lencang kanan tangan gue kaya mau nampar temen sebelah gue. Gue depresi dan akhirnya berhenti sejenak dari Pramuka. Maklum, gue cengeng dan mental tempe dulunya. Kalau sekarang, hmm, tetap aja deh kayanya. Trus, pas gue kelas 5 SD, stok pramuka ada yang patah sewaktu kami membuat miniatur menara pandang, dan karna dinaikin temen gue yang berbadan gede. Ada satu adek kelas yang ngeselin dan berisik banget cuman masalah stok patah, karna gue kesel, gue dorong dia sampai jatuh, trus dia menangis. Akhirnya gue acuh tak acuh sambil berusaha menyembunyikan barang bukti. Pas gue kelas 6 SD, gue ditawarin ikut lomba pramuka lagi, walau umur udah bangkotan ibaratnya. Disinilah konfliknya, baru pertama kali ini gue enggak dibolehin ikut lomba sama ortu gue. Dan alasan ortu itu sepele sebenarnya, hanya karna gue enggak mau makan, gue enggak dibolehin ikut kemah, dan gue nurut. Betapa bodohnya diri gue dulu setelah gue pikir-pikir, dan memang benar penyesalan selalu datang di saat-saat terakhir.

Berlanjut saat gue di MTsN-1 kelas 8, gue ikut kegiatan KBLP V di sampit, saat LKBB gue teramat sangat kebelet pis, gue udah maki-maki pimpinan regu gue supaya ntar dulu masuk ke posnya, eh dianya enggak ngedengerin. Otomatis adik kecil tak mampu lagi menahan, byur. Baulah celana gue. Gue merajuk, apapun kegiatan yang menggunakan celana pramuka enggak bakal gue ikutin, walaupun itu rame. Gue udah malu banget, itu aib terbesar gue. Pokoknya disana gue enggak ada bahagianya sama sekali! Dari awal berangkat aja, pas perjalanan di bis dari Palangka Raya-Sampit gue berdiri non-stop, tanpa istirahat. Trus kejadian memalukan pas LKBB. Trus sandal gue, sandal gue hilang entah kemana, yang membuat gue jera minjemin keteman gue lagi, otomatis kalau sandal hilang, ya nyeker lah gue. Dan yang terakhir yang cukup menyedihkan, gue kecebur di selokan, alhasil HP gue basah kuyup. Untung masih bisa nyala, padahal udah pasrah dan depresi berat gue. Pokoknya apes banget dah disana. Tapi semua hal yang terjadi disana membuat gue mendapat kenangan yang tak terlupakan, dan lagi gue mendapatkan pelajaran yang berharga. 1. Sebelum bertempur di medan lomba, jangan lupa pis dulu! Jangan tunggu kebelet! 2. Selalu ukir inisial lo di sandal, meminimalisir kehilangan sandal.

Kisah cinlok gue dengan anak pramuka berawal di kelas 8, gue cinlok dengan ade kelas gue, namanya Irma. Entah kenapa, gue jatuh cinta saat pandangan pertama. Dan lagi, ternyata di dulunya juga alumni MIN yang sama dengan gue, dan dia pindah ke SD gue saat kelas 5, dan diapun ikut lomba pramuka saat kelas 5 tersebut, yang mana saat itu gue enggak dibolehin ikut lomba karna gue enggak mau makan. Bertambah depresilah gue, padahal jika gue ikut, mungkin gue bisa mengenalinya lebih lama. Gue PDKT dengan dia, dimulai dari basa-basi, hingga gue akhirnya memutuskan menembak dia saat gue rasa udah tepat waktu untuk menembak. Alhasil gue gagal, sedih sih sebenarnya. Tapi mau gimana lagi, yang namanya gue enggak tau gimana perasaan dia yang sebenarnya ke gue. Kalau hasilnya ditolak, mau gimana lagi. Masa gue harus loncat dari becak dan bilang I Love You gitu? Sementara populasi becak di kota gue aja jarang-jarang ada. Kemudian cinlok saat kelas 11, kembali dengan ade kelas, namanya Nirma, cinta pada pandangan pertama juga. Gue bahkan udah deket banget sama dia, halangannya cuma dia merasa enggak enak sama teman baiknya yang juga mantan gue, gue paham aja sih. Tapi entah kenapa gue malah berpaling darinya. Padahal gue udah merasa nyaman dengannya. Memang bukan jodohnya mungkin. Ya, siapa tau sih tentang jodoh kalau bukan Allah SWT. Kenangan gue bersamanya adalah saat gue pulang dari konser Wali di sanaman mantikei, gue antar dia pulang dengan motor gue. Saat mengantar dia pulang, banyak tantangan gue lewati, karna rute ke rumahnya bisa dikatakan sangat ribet, karna saat itu banyak perbaikan jalan. Sampai-sampai gue kena marah dan dikatain macam-macam dengan om-om yang enggak gue kenal, karna gue ngelewatin kayu yang memang sengaja ditaruh biar orang enggak lewat jalan itu. Tapi pada akhirnya gue sukses ngantar dia pulang, intinya hubungan kami hanya terhalang oleh mantan gue. Tapi sekarang aku pun masih ragu perasaan ke dia masih ada atau tidak, karna setelah kejadian itu, seakan perasaan gue hilang direnggut oleh perkataan dia yang meragukan gue. Ya, saat gue ngantar dia pulang itulah mungkin kenangan terakhir gue dengannya, sekarang dia sudah enggak dibolehin sama sekali untuk pramuka, maka kandaslah sudah hubungan kami, tenggelam dan tak bisa kembali lagi mungkin. Tapi gue sudah cukup senang, karna dengan dia lah gue merasakan yang namanya PDKT gue itu sukses besar, walau enggak berujung jadian, tapi memang PDKT macam inilah yang gue dambakan. Karna PDKT yang gue dambakan adalah PDKT yang bertahap. Enggak terlalu mudah, enggak juga terlalu ribet.

Saat Pramuka, bagi gue adalah saat yang menyenangkan. Karna dari Pramuka lah gue mulai belajar hidup mandiri, dan menjadi lebih dewasa. Dan lagi di Pramuka gudep 49-50 Pangeran Hidayatullah, gue diajarkan bagaimana fleksibelnya Pramuka. Karna seorang Pramuka itu hanya perlu serius di waktu serius saja, dan disinilah gue menjadi gila + gokil. Berawal dari kelas 10, gue masih cupu + culun + agak polos + pemalu, kelas 11, gue agak cupu + agak culun + non-polos + malu-maluin, dan kelas 12, gue tetap cupu + culun juga + udah dipertanyakan polosnya + udah enggak tau malu. Di gudep inilah semua kegilaan gue curahkan. Pernah gue membuat sebuah drama setengah komedi, yang memang gue enggak tau lagi gimana rasanya malu, gue lepas bagaikan orang yang ketawa sendiri. Ekspresi gue enggak lepas dari kata konyol. Drama gue yang paling menghibur bagi gue, gue merasakan sangat hidup dari drama tersebut. Karna saat sebuah drama setengah komedi itu gue buat, sudah bikin ngakak temen gue, apalagi pas di medan lomba, kami tampil paling akhir, jam 12 malam, gimana kami mau enggak kacau dialog, ya tapi mau gimana lagi, lomba harus tetap berlanjut. Akhirnya drama setengah komedi tersebut berubah total menjadi drama komedi setelah kami lupa dialog dan full improvisasi dari dua orang konyol, gue dan Angga lah tersangka utamanya. Betul-betul kenangan yang takkan pernah gue lupakan!! Konyol sangat!

Tapi dibalik kebahagiaan, gue pun merasakan yang namanya galau dan terharu di gudep ini, karna lingkaran persaudaraan kami sangat erat antara Sangga Pelaksana Putra dan Sangga Pelaksana Putri. Di suatu perlombaan kami yang putra Juara terbaik 1, sedangkan yang putri Juara terbaik 2, sehingga menyebabkan yang dikirimkan ke GPTD daerah bukanlah Sangga Pelaksana Putra dengan Sangga Pelaksana Putri, tapi Sangga Pelaksana Putra dan Sangga Pelopor Putri. Suatu kejadian yang membuat galau. Karna jika kemah ini adalah kemah terakhir gue bersama gudep PH, gue hanya ingin merasakannya bersama mereka PH putri!!! Dan lagi kesetiaan Putri kami sangat terlihat, dari kesedihan mereka ketika tidak bisa ikut kami berlomba. Gue terharu melihat mereka. Jikalau gue bisa mengatur semuanya, kan gue atur untuk bisa berlomba di tingkat daerah dengan mereka. Because I’m very-very loved you All. Tapi mau bagaimana lagi, yang sudah terjadi, terjadilah. Yang pasti satu pesan yang kan selalu gue sampaikan. Siapapun pasangan kami dalam lomba tingkat daerah, kalianlah yang kan slalu dihati kami, kalianlah pasangan kami yang paling tepat dan paling mengerti kami, kalianlah yang terbaik bagi kami, bagaimanapun sikonnya. Sangga Pelaksana Putra always love Sangga Pelaksana Putri. That’s sentence will never gone from my deeper heart!!! Sekarang gue hanya bisa berharap, kami bisa berikan yang terbaik, dan membuktikan bahwa Pramuka PH memang Pramuka yang berkualitas!

You Might Also Like

0 comments:

Yang penting sopan. nggak ada spam dan link aktif.

Salam Penting,
@ajefathoni