Penting Banget

Cinta Pertama, Cinta Petaka

1/22/2014 Abdul Jabbar Fathoni 0 Comments

Nama gue Jabbar, manusia paling culun yang ada di dunia setelah orang culun lainnya! Entah kenapa, gue tidak pernah percaya diri dengan penampilan.
Kadang gue dipuji sebagai orang yang cakep. Eh, malah jadi kelewatan
CINTA PERTAMA/PETAKA

PeDe, guenya malah jadi sok kegantengan.
Kadang gue dipuji sebagai orang yang nggak cakep. Eh, guenya malah cuek, nggak peduli gitu (padahal langsung liat cermin, trus nampar muka sendiri -.-).
Kadang gue dipuji keren. Eh, malah selalu ngerasa apapun yang gue kenakan itu keren selalu. Kadang gue dipuji sebagai orang yang keren sih nggak, cakep? Juga nggak -.-. Eh, serasa mau jedorin muka ke tembok!
Siapa tau bisa berubah cakep kaya Squidward yang dijedorin mukanya sama SpongeBob, trus nari balet deh.
Yah, mungkin kisah hidupku sama seperti Squidward si malang (bukan berarti dia asalnya dari Malang ya -.-), mungkin bedanya gue sama Squidward itu.
Kalau dia murung karna digangguin terus sama SpongeBob, kalau gue murung karna digangguin terus sama jatuh bangunnya cinta.
Ini dimulai saat gue TK nol besar, entah kenapa kecil-kecil begitu, bahkan sangat tak wajar makhluk seimut gue dulu itu bisa-bisanya ngerasain suka dengan cewe sekelasku waktu tk, betul-betul suram.
Tapi, karna saat itu syukurnya gue masih kecil, jadi blum ngerti yang namanya pacaran, dan bahkan gue nggak pernah tuh PDKT sama dia, tau namanya pun nggak, apalagi inget mukanya.

Mukanya itu ibarat hologram, kalau kita pikir cantik, ya cantik, tapi kalau kita pikir jelek, ya nggak mungkin lah jelek, selera gue nggak jelek-jelek amat kali ya!
Buktinya amat aja nggak semuanya jelek kok (bukan berarti juga amat itu cakep, gue nggak bilang lo!!!).
Setelah amnesia sesaat tentang TK, karna sudah saatnya memasuki dunia SD, saat kelas satu hati gue lengket sama satu orang cewe, yang namanya masih gue inget, bahkan sampai sekarang, yaitu Dina.
Dia juga satu TK/TPA sama gue di Masjid dekat rumah. Tapi, rupanya cinta gue kandas disaat dia mesti pindah ke Muara Teweh kalau nggak salah.
Sejak saat itu gue patah semangat untuk mengaji lagi, guepun berhenti mengaji di TK/TPA dengan alasan malas.
Karna gue masih kecil, jadi galaunya nggak manja, nggak minta ditambah trus masa tahanannya. Kelas 4, gue pun mulai menyukai orang lagi (bukan orang gila ya!), dia Cewe (Pastinya!), dan dia bernama ... Ana.
Banyak hal yang romantis saat gue bersamanya dikelas, dan waktu itu, guepun belum mengerti apa-apa tentang pacaran, tentang suka dengan cewe pun masih dialam bawah sadarku (untung gue nggak punya bakat natural untuk menyukai seorang cowo. Alhamdulillah).

Eh, rupanya setelah gue akhirnya bisa suka sama orang lain, datang seorang siswi baru yang bernama Dina. gue waktu itu sudah hampir Amnesia dengan nama itu, tapi karna sangat berkesan maka gue berkata dalam hati “Sepertinya nama itu bukan nama yang asing bagiku?”.
Ya betullah rupanya! Cewe yang kusuka dulu ternyata kembali ke sekolahku lagi. Setelah suatu saat kutanya ke sepupunya yang juga sekolah di SD yang sama, ternyata rumahnya yg disana kebakaran.
Beranjak ke kelas 5, mulai ada isu kalau Dina suka sama gue. Bagaimana bisa seorang cowo nggak seneng denger gebetannya suka juga sama dirinya.
Trus barulah gue saat itu mengenal kata Tembak(dalam artian di los cinta!), rupanya gue ingin mencoba pacaran. Ku tembak lah dia, dengan bilang “Aku suka sama kamu sejak kelas 4”.
Basi nggak sih? Iya maklumi lah, seorang pemula. Itupun gue menulis lewat surat, minta tuliskan sama temen yang tulisannya bagus lagi, karna gue malu untuk menampilkan tulisanku yang tak pantas untuk disebut sebagai tulisan.
Bahkan yang memberi suratnya bukan gue, tapi temanku. Kalau gue yang sekarang mengingat hal itu, mungkin gue akan mengatakan “Dasar goblok!!! gue memang tolol!!! Ngerti kata romantis nggak sih??? Nggak pernah belajar ya? Internet donk! Nggak tau internet ya? Ndeso!!!!”, dan gue saat itu akan menjawab “Dulu gue nggak kenal Internet BEGO!”.

Ya itulah manusia yang terjujur yang pernah ada, seorang manusia yang menghina dirinya sendiri. Saat itulah juga gue merasakan patah hati pertama kali!!! Pesan buat Dina! “Lo nggak tau apa yang saat itu kurasakan, jujur! Lo itu adalah orang yang paling gue benci di hidup ini. Lo yang paling sakit saat menyakiti hatiku.
Tapi gue juga benci dengan diriku sendiri, karna masih bisa mengingat lo!!!”. Ya! Dialah cewe yang paling nggak akan kulupakan dalam hidupku, karna dia adalah orang yang sudah sangat menyakiti hatiku, dia yang sudah menghina gue habis-habisan. Tapi bukan berarti dia musuhku.

Dan gue akan membuktikan ke dia suatu saat nanti dengan bangga, bahwa apa yang dia katakan saat itu adalah kata-kata yang sangat salah, dan dia akan menarik kata-katanya sendiri!
Secara perlahan demi membuktikan padanya, gue terus berubah! Berubah segalanya! Dari cita-cita, hingga terus berubah pacar! Hanya satu yang blum bisa kuubah, dan yang sangat kuinginkan! Yaitu berat badan yang Ideal dengan Tinggi gue yang setinggi 172 cm saat ini, sedangkan berat gue saat ini adalah 42 kg. Betul-betul tak bisa diduga! Dan lengkaplah sudah penderitaanku, Cakep? Nggak! Keren? Nggak! Putih? Nggak! Mungkin gue adalah manusia termuram setelah manusia muram lainnya. Dan jika dikumpulkan menjadi animasi, mungkin gue adalah manusia paling sengsara setelah Squidward. Thanks For Squidward, Because Of You, I Feel So Lucky than You Are (tau dah bener apa kagak tu Bahasa Inggris Kw-an).

You Might Also Like

0 comments:

Yang penting sopan. nggak ada spam dan link aktif.

Salam Penting,
@ajefathoni