Penting Banget

Amnesia Sesaat

1/19/2014 Abdul Jabbar Fathoni 0 Comments


Kisah cinta seorang pelupa. Cinta itu seperti Amnesia, kalau kita lupakan maka kita akan terus bertanya-tanya, Lo siapa? Dia kenapa? Trus bagaimana? Itu kapan? Apa? Dimana? Gue siapa?
Ketika kita ingat lagi, mungkin kita akan bahagia, mungkin juga kita akan sedih atau sengsara, karna masa lalu kita sebelum amnesia adalah masa-masa putus cinta.
Putus cinta itu adalah hal yang sangat menyakitkan, seperti dada kita yang seakan tersayat-sayat.
Padahal satu tetes darah pun tak akan pernah menetes, tapi perihnya luar biasa. Bahkan kalau kita khilaf, gara-gara putus cinta dan nggak bisa menahan rasa perih di hati.
Ada-ada saja yang bunuh diri walaupun tau sangat besar dosanya. Itulah yang namanya manusia. Akan Amnesia Sesaat jika sedang jatuh cinta!!!
Problematika hidup seorang #Pelupa

            Problematika hidup seorang pelupa. Masalah hidup itu tidak terlalu berpengaruh bagi seorang pelupa. Karena seorang pelupa diberi karunia untuk melupakan secara cepat hal-hal yang membuat dirinya stress.
Tapi terkadang seorang pelupa merupakan orang yang paling mengingat sebuah kenangan. Kebanyakan orang menjadi pelupa karena dia tidak mau mempermasalahkan hidupnya, sehingga membuatnya cenderung sangat cuek, dan biasanya hal tersebut terjadi karena ada faktor kesepian dalam hidupnya, terlalu sering ditinggalkan. 

            Hidup bagi seorang pelupa itu adalah anugerah luar biasa, karena ketika dia mendapat masalah dia akan langsung menghapus ingatan itu dan tetap menjalani hidup dengan ceria.
Biasanya orang pelupa merupakan orang yang memiliki tingkat humor yang paling tinggi, karena hal yang menurutnya biasa saja itulah yang membuat orang tertawa, dan kelupaannya itulah yang menghibur orang.

            Hal-hal berikut contoh kebodohanku yang telah benar-benar terjadi di dunia ini :
*Cari arang di swalayan
            Kala itu gue dan temen gue sedang mencari arang untuk acara bakar-bakar disekolah, lupa dah mau bakar apa waktu itu, yang pasti bukan buat bakar sekolah. Soalnya nggak mungkin arang cukup buat ngebakar sekolah
Alam   : Bar cari arang untuk bakar ayam dimana yoo ?
Gue     : biasanya beli dimana ?
Alam   : didekat rumah,, tapi habis sudah,,
Gue     : yaudah kita cari di Sendy’s aja
Alam   : -______-"

*Ingat Wajah Lupa Nama
            Suatu hari dimana sekolah gue sedang dilanda acara puncak bukber keluarga besar sekolah. Dimana gue masih sibuk dengan kegiatan gue sebagai panitia pelaksana. Ketika itu gue dan teman gue keluar dari kelas gue menuju ke ruang OSIS.
Sesampainya di koridor yang mana saat itu didepan kelas XI IPS, banyak orang yang berkumpul, lalu dengan cueknya gue dkk. melewati mereka. Lalu salah seorang cewe menyapa gue.

Someone          : Jabbar ? (Senyum menyapa)
Gue                 : Hey, hmm (sambil melongo mengingat namanya)
Someone
          : Lupa ya? (agak kecewa)
Gue                 : (Sambil berjalan melewati mereka) Haha, nggak kok, Aku masih ingat mukanya, tapi lupa  namanya. (Sambil senyum)

Lalu ketika itu gue langsung bertanya kepada teman gue satu kelas di depan masjid sekolah

Gue                 : Ram, siapa sih itu namanya yang sepupunya Firman?
Raka                : Oh, si Nanda?
Gue                 : Oh iya ya, si Nanda.

Singkat cerita, sampai sekarang Nanda tidak lagi akrab menyapa gue seperti sebelumnya. Mungkin inilah akibat kecerobohan gue, penyakit Amnesia Sesaat yang selalu menyerang ketika gue berbicara dengan seseorang.

 *Kayapa

Gue ingat, ketika itu gue sedang di Bontang, Kalimantan Timur. Mengikuti kegiatan Perkemahan Ilmiah Remaja Nasional ke- XI, yang mana diikuti oleh perwakilan pelajar SMP dan SMA dari seluruh penjuru Indonesia. 
Lucu rasanya, gue berbicara bahasa Banjar dengan orang Ambon. Ketika itu kami tengah beristirahat dari kegiatan pelatihan Karya Tulis Ilmiah Remaja. Gue pun mengelilingi seluruh kawasan SMAN-3 Kota Bontang. Kala itu gue menyapa teman satu kamar gue di Hotel Raudah yang berasal dari Ambon, dia di kelas IPT.
Dan gue dikelas IPA. Lalu gue bertanya kepada si Al. "Hey, kayapa kabar penelitianmu?", dia tidak membalas. Lalu cepatlah gue berpikir, dan akhirnya gue sadar bahwa  telah memakai bahasa Banjar, bahasa keseharian gue di sekolah untuk berbicara dengan Orang Ambon. Dan gue secepatnya memperbaiki bahasa gue. "Ehm, gimana kabar penelitianmu?", lalu dia membalas. "Baik-baik aja sih."

Sejak kejadian itu, gue pun tertawa sendiri mengingatnya, lalu ketika di kamar hotel, gue bercerita kepada teman sekamar gue, Sam dan Viore. Sam berasal dari Pulau Bulukumba, Sulawesi Selatan. Sedangkan Viore berasal dari Kota Palembang, Sumatera Selatan. 
Gue                 : "Eh, tadi lucu loh, aku ngomong bahasa Banjar dengan si Al, waktu itu aku bilang "Kayapa dengan si Al, eh dia gk bales. Hha kamu tau nggak apa artinya Kayapa?"
Sam                 : " Emang apa artinya Kayapa itu?"
Gue                 : " Kayapa tu artinya kaya apa, atau lebih tepatnya artinya itu Bagaimana."
Sam                 : " Oh gitu ya."

Lalu ternyata si Al datang.

Gue                             : "Hey, Al. tadi aku nanya kamu "Kayapa", denger nggak kamu aku bilang gitu?"
Al                                : (Al tidak menjawab)
Gue                             : "Itu loh, aku nanya kamu tadi "Kayapa?" itu artinya "Bagaimana?". "
Al                                : "Oh, gitu ya? pantas saja. Tadi aku nggak ngerti kamu ngomong apa, makanya aku nggak ngejawab." (berbicara dengan logat Ambonnya)
Gue, Sam dan Viore : hahaha (serentak tertawa)

           
Satu pelajaran yang dapat kita ambil, ingat sama sekitar kita, kita harus adaptasi dengan keadaan yang berbeda, jangan pernah memakai bahasa daerah kita untuk berbicara dengan orang yang lain daerah.

*Cewe Nyasar

            Ini cewe nyasar bukan sekedar nyasar, tapi memang bener-bener luar biasa nyasarnya. Gimana nggak? Masa seorang cewe saking cintanya dengan Handphone, sampai lupa sama kelaminnya sendiri, sampai-sampai masuki ke toilet cowo.
Saat itu gue baru aja selesai nonton film layar dinding (bioskop), setelah nonton gue langsung ke toilet, tentunya toilet cowo, ya secara gue masih nyadar akan gender gue.
Saat itu gue masuk ke toilet, didalam sana gue sendirian, lalu gue nyuci muka gue yang kusut karna kedinginan dalam theatre. Gue berkaca, seakan terpesona meliat seorang malaikat di cermin toilet, ternyata gue nggak pakai kacamata, dan setelah gue pake kacamata gue, gue langsung terkejut. Gue melihat penampakan.
            Setelah itu gue meliat sesosok cewe yang sedang asik smsan tanpa memperhatikan sekitar, dan tanpa sadar, karna dia telah memasuki toilet cowo.
Gue sih diem aja, biar dia sadar sendiri atas kesalahan dia, tak lama setelah itu dia langsung ngeliat sekitar, dan langsung membuang mukanya, lalu berpaling keluar toilet.
Untung saat itu gue sendirian, jika saat itu banyak orang yang ada didalam toilet, bisa-bisa kena tuntut dia, karna sebuah pengintipan atau pengintimidasian dia terhadap seorang cowo. Sesaat dia keluar, gue langsung ngakak. Nggak ngira gue, ada seorang cewe cantik yang lupa akan gender dia sendiri. 

Ya itulah pelajaran yang dapat diambil. "Hati-hati dengan Hp, selalu memegang hp bisa menyesatkanmu kejalan yang tidak benar, yang membuat image sekejap turun drastis, dari tingkat 100 ke tingkat -100."

*Kebodohan di pasar

 Hari itu adalah hari dimana gue masih duduk di bangku 1 SLTA di MAN Model Palangka Raya, tidak lama setelah pembagian kelas. Hari itu, gue sedang menemani kakak gue untuk pergi ke pasar, satu per satu toko kami lewati dari toko sendal hingga ke toko emas. Nah, itulah saat kebodohan atau penyakit gue kambuh, ya, penyakit Amnesia Sesaat. Kala itu, kami berdua sedang di toko emas, dan gue bertemu dengan seorang teman gue, yang kala itu gue anggap teman lama gue. Lalu, gue sapa dia. 

Gue      : " Hai, ehm, siapa lah kamu ni lupa aku?"
Tiara     : " Tiara, Dul!"
Gue      : " Ou, iya ya, lupa aku. Haha."
Gue      : " Ou, iya sekolah dimana kamu?"

Dan ternyata, jawabannya adalah ...
Tiara     : " Aku Tiara Dul, temen sekelasmu!!!" 
Gue     : “Haha” (hanya bisa tertawa dan pergi buang muka)

            Langsung lah gue reflek memukul jidat dan berkata. (Dalam hati) "Apa? Ini kapan? Itu dimana? Lo kenapa? Dia Bagaimana? Gue siapa?"
Dan tentulah dengan ekspresi muka yang konyol dan pura-pura bahwa kejadian tadi tidak pernah terjadi alias dengan ekspresi muka polos dan tanpa rasa bersalah sama sekali. Dan pastinya berpaling dari dia menuju ke tempat kakak gue berada dengan muka tanpa bersalah pula.

            Padahal, kami baru saja bertatap muka di hari sebelumnya, yaitu saat masuk pelajaran pertama kali saat baru pembagian kelas. Dan parahnya lagi, Tiara adalah teman gue dari SLTP MTsN 1 Model Palangka Raya, dan teman gue sekelas saat dari kelas 8 sampai kelas 9, bahkan saat itupun masih sekelas.
Jadi selama 3 tahun gue sekelas dengan dia, kurasa tidak ada gunanya, kedekatan kami yang lumayan akrab, juga percuma. Itulah hal bodoh yang gue lakukan. Penyakit gue yang paling parah jika sedang kambuh. Amnesia Sesaat.

*Bore

            Saat itu adalah hari penyakit konyol gue lagi akut-akutnya, bahkan sudah ditingkat waspada. Dan saat itu ada sms yang muncul di layar hp gue :

Dhea    : " Asik, kepala sekolah baru :D"
Gue     : " Hah, Pa Syam diganti kah? sama siapa?"
Dhea    : " Iya, sudah diganti. Sama Pa Arifin, ayahnya arif :D"
Gue     : " Hah ya kah? ckckck. Hmm, kenapa nama ayahnya sama kaya nama anaknya? Ih, nggak kreatif tu ayahnya ikut-ikutan, masa nama ayah sama kaya anak!"
Dhea    : " Haha, iya ya. -.- bore* km ni dul ay. :D"
Gue    : "Hha, sudah tau aku bore*, masih aja dibilang, berarti yang bilang lebih bore* :P :D"

Awalnya gue nganggap percakapan tadi biasa aja, tapi setelah temen-temen gue yang ngebaca, eh mereka malah ngakak nggak berhenti-berhenti. Tapi bener juga setelah gue pikir-pikir emang lucu, dan gue memang orang yang bore*.
*Catatan : Percakapan ini diucapkan oleh orang bore* yang profesional. Jangan sekali-kali anda coba disekolah dengan mengejek guru anda sendiri, apalagi seorang kepsek. Kualat!
bore* samisara gila/bangsat versi lembut
Kebodohan itu bukan berarti kita tak layak hidup, bahkan suatu kebodohan yang ada pada diri kita bisa menjadi kenangan saat kita sukses kelak. Dan gue yakin tidak ada satu manusia pun yang tak pernah lupa, tak pernah melakukan salah, dan tak pernah nakal, bodoh serta gokil. Sesukses apapun seseorang pasti bisa lupa, salah, nakal, bodoh, gokil dan sifat manusiawi lainnya. Karena dengan adanya hal tersebut kita bisa perbaiki diri untuk menjadi lebih baik lagi kedepannya.

You Might Also Like

0 comments:

Yang penting sopan. nggak ada spam dan link aktif.

Salam Penting,
@ajefathoni