Penting Banget

Keponakanku Atasanku

10/11/2013 Abdul Jabbar Fathoni 0 Comments

Fadly
Gue adalah anak terakhir dari 4 bersaudara, gue enggak punya adek sama sekali. Tapi gue punya dua ponakan. Yang satunya laki-laki, yang satunya lagi perempuan. Yang laki-laki namanya Fadly, dialah satu-satunya alasan yang membuat pangkat gue di keluarga menjadi yang paling bawah, dan dialah atasan gue! Kenapa bisa? Ya, itu memang bisa! Karena gue lah kaum tertindas, bukan! Yang paling tertindas di dalam lingkaran keluarga gue!!! Dia merupakan ponakan gue yang paling absurd! Dia satu-satunya yang pernah menindas gue! "Om jelek, om jelek!!!" Gue bales "Fadly, jelek!!" Dia bales lagi "Memang!" Gue tertegun, bahkan tak bisa mengucapkan kata-kata lagi! Tapi memang dia juga yang paling konyol, dia sendiri bahkan pernah ngoceh yang menindas dirinya sendiri. Contohnya : "Fadly, jelek!" Itu yang dia katakan tadi pagi, saat dia sedang asyik memainkan iPad milik Ibu gue, sekaligus neneknya! Enak ya jadi anak kecil zaman sekarang, semua kebutuhan sudah terpenuhi duluan, bahkan dia merupakan anak yang paling enak, sekaligus kurang ajaran! Dia merupakan orang yang paling tinggi gajihnya dalam lingkaran keluarga gue. Di umurnya yang sangat muda, hampir 7 tahun. Dia sudah mendapatkan uang saku sebesar 10 Ribu Rupiah, bahkan dari TK dia udah dapet uang saku segitu. Bayangkan!!! Dan bandingkan dengan uang saku gue dulu, gue waktu TK aja, sepeserpun tidak pernah gue pegang di saku gue, atau istilah Jepangnya, sakuku rata. Dan sewaktu gue SD kelas 1, seumuran dia saat ini, gue hanya memegang uang saku sebesar seribu rupiah. Uang saku gue SMA dalam sehari saja cuman 30 Ribu Rupiah, dan dia umur segitu udah mendapatkan hampir setengah uang saku gue!!! What The Pucek??? What's Wrong With This World???? So Who is the penanggung jawab with this situation???
Hana

Sangat berbeda dengan ponakan gue yang kedua, namanya Hana. Ya dia cewek! Dia manis, kalem, tawanya lucu, dan dia enggak pernah ngejek gue sekalipun!!! Karna dia memang blum bisa ngomong! Dan dia selalu memalingkan mukanya sembari tertawa ketika melihat gue, Omnya. Entah lah karna muka gue yang terlalu Ganteng ini sehingga membuat dia terpesona, atau mungkin karna muka gue yang kelewat gantengnya, sehingga membuat dia tertawa dan memalingkan muka, karna malu punya om kaya gue. Ya, gue enggak tau dengan apa yang menyebabkan ponakan gue ini berbuat gitu. Wallahu'alam bissawab. Hanya dia dan Allah lah yang tau! Dan ketika dia mau pulang ke rumahnya setelah Ayahnya yaitu kakakku, dan Ibunya yaitu kakak iparku mengunjungi rumah kami, dia selalu mau salim dengan semua orang. Terkecuali gue! Ketika dia ditawarkan untuk salim sama gue untuk pamitan, dia memalingkan muka dan tertawa seolah malu. Entah malu karna apa. Mungkin memang nasib gue punya muka yang kelewat ganteng yang bahkan bikin orang bisa muntah satu baskom dengan sendirinya. Semoga Allah memberkati orang-orang yang terkena wabah muntah massal tersebut. Aaamiin

Kembali kecerita ponakan gue yang pertama. Dia always and always berkuasa. Ketika dia menyiksa gue, gue hanya bisa terdiam. Karna jika gue bales dengan kejam, dia otomatis mengeluarkan aduan "Bunda!!! Om jahil!!!!" So what??? Apakah gue harus menendang ponakan gue dari kamar gue ketika dia sedang mengganggu gue di kamar, lalu selanjutnya gue yang akan ditendang ke luar rumah. Lalu gue hanya bisa mengucapkan. "Selamat tinggal, Ayah, Ibu, Mba dan Fadly! Semoga kalian merindukanku!" Lalu gue pergi bagaikan orang yang sedang ingin merantau keluar pulau, sambil berenang lalu diberitakan di TV, bahwa jasad gue ditemukan hanyut sedang bersimpuh, karna gue enggak bisa berenang, jadi hanya bersimpuh di laut dan mengambang saat matilah yang bisa gue lakukan! Dia selalu bisa memerintah gue dengan ancaman "Ayo Om! Kalau enggak dilaporin ke nenek nih!" Maka mampuslah gue, gue enggak bakal bisa berkutik lagi! Dan gue pun enggak bisa balas merintah, karna kalau gue merintah dia, dan ternyata dia khilaf dalam berbelanja, bukannya ada angsul, yang ada malah datang dengan tangan yang membawa dua botol susu kotak kecil, padahal uang yang diberi kedia adalah uang 100 ribu Rupiah. Dan gue lah yang selanjutnya dimarahi, mungkin hal selanjutnya yang gue dapatkan adalah latihan militer, dan bukan tidak mungkin gue akan dihukum pancung! So What!!!! What's wrong with my beauty's life? Is it gone with my nephew's absurd smile? So what am i must do? Apakah gue harus pura-pura tertidur lalu bilang. "Selamat tinggal, gue sudah mati." lalu gue dikubur beneran. Dan didalam kuburan, gue hanya bisa berharap ada yang mau mencuri tali pocong gue? Apakah itu yang harus terjadi? Gue rasa tidak!!!

Gue hanya bisa berharap sebuah mukjizat menghampiri ponakan pertama gue itu, sehingga membuat dia berhenti membuat kekhilafan, dan berubah menjadi sesuatu yang baik! Aaamiin

You Might Also Like

0 comments:

Yang penting sopan. nggak ada spam dan link aktif.

Salam Penting,
@ajefathoni