Penting Banget

Habis Kelam Terbitlah Senang

6/20/2013 Abdul Jabbar Fathoni 0 Comments

Habis Gelap Terbitlah Terang

Habis Kelam Terbitlah Senang, itulah perjalanan cinta gue. Sehabis galau dengan tusukan, cacian, robekan hati dari mantan, katakanlah Robi (Eh, salah itu nama cowo ya X_X), katakanlah hilda. Karena dia sudah menusuk gue dari belakang, mengatakan cinta, kasih dan sayang, tapi nyatanya dia meninggalkan gue duluan. Padahal kala itu gue pun masih sayang. Tapi memang tidak bisa dibendung lagi kegalauan hati gue, dan otomatis gue sakit hati. Manusia mana yang tidak sakit hati jika diselingkuhi oleh pacarnya, apalagi saat masih sayang sekali.

Tapi, semua itu ada hikmahnya, kebutaan cinta gue saat itu mulai terbuka. Akhirnya, gue menemukan secercah cahaya karena gue akhirnya tau dan sadar betapa bodohnya saat-saat gue mencintai dia. Dia merupakan mantan terburuk gue, dan mungkin gue juga mantan terburuk dia. Karena muka dua yang dimilikinya luar biasa hebat, dia bisa bertingkah baik didepan pacarnya, dan terus menyiksa mantannya. Terlebih lagi gue nggak suka dengan sikap posesifnya, dia terus mengekang gue tapi dia sendiri nggak mengekang dirinya. Semua omongannya serasa Bullsh*t bagi gue! Pengen jedotin kepala ke tembok ada juga rasanya.

Gue galau, galau, dan terus galau. Biasanya gue ngebut dijalan, setelah hal tersebut terjadi tiba-tiba laju motor pun tak melebihi laju becak. Tabrakan pun terus menerus hampir menimpa gue. Gue bener-bener galau, karena gue nggak ada motivasi lagi untuk melanjutkan hidup yang suram, gue nggak punya orang yang mewarnai hidup gue lagi, nggak punya orang yang nyemangatin gue disaat lomba, nggak punya orang buat diajakin nonton bioskop, nggak punya lagi orang yang diceramahin, nggak punya lagi orang yang ngucapin selamat pagi, selamat makan, selamat tidur, ngingetin sholat, pokoknya nggak punya apa-apa deh rasanya.


Perlahan tapi tetap tidak pasti, langkah gue pun tak pasti, ngantuk selalu melanda, BMserasa nggak guna, semua yang gue punya pun serasa tidak ada manfaatnya. Untuk gue masih bisa make baju sendiri, kalau nggak bisa? wah bahaya banget tuh. Kejantanan gue bisa ketahuan dan diragukan! *Jangan ngeres ya!


Gue nggak galau karena diputusin si dia? buat apa galau, toh dia udah nggak mikirin gue lagi. Yang gue galauin itu karena udah jomblo lagi, setelah mutusin untuk vakum dari jomblo X_X Ternyata kena sumpah dari para jomblo. Nasib memang nasib.


Sempat deketin cewe, namanya Wina, anak pramuka juga. Eh, ternyata setelah beberapa ratus kata yang kami keluarkan, dia masih mengharapkan cinta dari  temen sebangku gue. Ya otomatis lah gue harus mundur, relain dia bahagia dengan menunggu ketidakpastian cinta temen gue. Sabar, hanya itu kata yang bisa gue ucapkan sambil ngelus-ngelus dada sendiri. *Gue cowo ya X_X


Dan akhirnya, gue galau lagi, jedotin kepala ketembok lagi, makan pake tangan lagi *eh, itu memang kebiasaan ya. Gue guling-guling, bangun, tidur, nggak makan, nggak mandi, nggak harum dan nggak bau. Serba-serbi jalan hidup percintaan gue. Yang akhirnya gue menemukan cahaya.


Cahaya itu adalah Cantik, Cantika Pratiwi Putri, anak pramuka. Gue kenal dia setelah ikut lomba pramuka di sekolahnya. Orangnya cantik luar biasa, gue sebenarnya udah lama tertarik sama dia, tapi karena gue tau diri karena waktu itu udah punya Hilda, gue bersikap biasa sewaktu smsan sama dia. Katanya, diawal hanya temennya yang suka sama gue, dan karena penasaran dia pun sms gue. Setelah kenal, gue cuek bebek aja sih, tapi gue akuin orangnya memang asik, tapi di pikiran gue untuk jadian sama dia merupakan hal yang mustahil, karena kecantikannya tak setara dengan kejelekan gue.


Awalnya, gue tau dia suka sama gue dari temennya dan itu pun secara tak sengaja, gue bilang galau karena jomblo, trus dia nawarin temennya ya si Cantik itu, trus katanya dia sering curhat tentang gue ke temennya yang satu lagi. Akhirnya gue berinisiatif untuk bertanya ke temennya yang satu lagi untuk memastikan apakah benar Cantik menyukai diri gue yang biasa dan jelek ini? Ternyata kata temennya mungkin aja dia suka, soalnya dia sering omongin gue, akhirnya gue gunain BM gue untuk ngechat dia, gue basa-basi dulu, setelah itu gue langsung to the point, nanya beneran apa nggak dia suka sama gue.


Akhirnya, dia jawab iya, tapi mungkin gue yang nggak mungkin suka sama dia, trus gue jawab, ya jelas lah gue suka, cowo mana yang nggak suka dengan cewe yang luar biasa seperti dia. Akhirnya kami jadian tanggal 28 Mei 2013. Dan tepatlah ternyata pilihanku terhadapnya, dia orangnya ngangenin, baik hati, cantik,  sholehah, humoris, pokoknya betul-betul cocok dihati gue. Dan gue cuman bisa berharap, semoga dia menjadi yang terakhir dan terbaik bagi gue, dan gue bertekad bener-bener mempertahankan hubungan kami hingga kelak nanti. Amin Ya Robbal 'Alamin


You Might Also Like

0 comments:

Yang penting sopan. nggak ada spam dan link aktif.

Salam Penting,
@ajefathoni