Penting Banget

Gagal Cinta Galau pun Tiba

6/30/2013 Abdul Jabbar Fathoni 1 Comments

Gagal cinta itu sakit, beneran! Gagal cinta itu lebih menyakitkan dari gagal jantung, kenapa? coba lu search di google tentang gagal jantung. Kalau nggak nemu, bagus! berarti kita sama (Y) *Mau aja dikibulin sama gue
Gagal Cinta

Gagal jantung itu sebuah penyakit berbahaya yang menyebabkan orang bisa meninggal tiba-tiba, orang yang menderita penyakit ini akan langsung kena serangan jantung dan meninggal jika dikejutkan secara tiba-tiba. Gagal cinta itu sebuah penyakit berbahaya juga, tapi orang yang menderita penyakit ini biasanya adalah orang-orang yang sedang putus cinta atau bisa dibilang patah hati, dan biasanya orang yang menderita ini akan langsung depresi, dan ketika mau gantung diri dia akan seperti ini.

Cowo : Saya akan bunuh diri!
Bapak si cowo : Jangan nak! jangan sekarang!
Cowo : Tidak! Tidak bisa ditunggu lagi, hati ini sudah patah dan tidak bisa diperbaiki, bapak! *naik ke sebuah kursi yang sudah disiapkan si cowo lalu mengalungkan tali ke lehernya sendiri
Bapak : Nak!!!!
Cowo : Maafkan saya bapak! saya sudah tidak tahan!!! Good b...
Cewe : Andi jangan bunuh diri!!!!
Cowo : *kaget, lalu terpeleset dan meninggal tiba-tiba karena dikejutkan oleh si cewe
Bapak : Anakku!!! Kenapa kamu mati sekarang!!! kalau kamu mati, siapa yang bakal lunasi utang-utang bapak!!!!

Pertanyaannya :
1. Kenapa si cewe tiba-tiba menyebutkan nama Andi? Siapakah Andi?
2. Siapa yang gobl*k?


Nah, kira-kira seperti itu lah, antara gagal jantung dan gagal cinta memang beda tipis. Tapi efeknya sangat berbeda! Orang kalau gagal jantung itu akan meninggal dengan tenang secara tiba-tiba dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya! Sedangkan orang yang gagal cinta, setelah dia putus cinta entah karena diputusin pacar, jomblo abadi, stress karena ditolak mulu itu juga akan meninggal secara tiba-tiba, tapi kemudian hidup lagi dan menerima efek gagal cinta, yaitu GATOT (Galau Total).

Galau total itu ya, lebih sakit dari serangan jantung, kalau serangan jantung palingan meninggal dengan singkat, tapi kalau galau total meninggalnya dalam waktu yang cukup lama, si pengidap GATOT itu akan stress, depresi, mati rasa, hampa hati, nggak niat idup, nyayat-nyayat tangan, dan paling parah! Disayat hatinya!

Sudah cukup ngomongin Andinya? Ngomongin Galaunya? Ngomongin Gagal jantung? Ngomongin Gagal Cinta?

Ngomongin soal gagal cinta, semua manusia terutama kamu adam (cowo) walau di penjuru dunia manapun, pasti pernah mengalaminya, dan tersangka sekaligus terdakwanya adalah kaum hawa (cewe). Mengapa? karena sejelek apapun dan secantik apapun itu si cewe pasti pernah nolak! Gue ni ye, walaupun gue pernah menjalani 11 cerita cinta dan sedang menjalani yang ke-12. Tapi gue udah sering ditolak, bahkan sampai gue lupa udah pernah berapa kali ditolak X_X Bahkan ada juga cewe ni ye, yang nolak gue sebelum gue nembak! Whats up bro? apa yang salah dengan gue? Gue cuman jelek aja kok! *Eh, itu masalah ya? Gue ceritain ni ye, pengalaman kegagalan cinta gue.

Pertama, namanya Dina. Kayanya gue udah berkali-kali ceritain dia, dia dan dia. Karena luka yang dia buat merupakan luka yang masih membekas di hati gue. Dia merupakan orang sekaligus cewe pertama yang membuat gue patah hati. Dan dia cantik! Itu yang membuat gue kesel, kenapa gue harus menyia-nyiakan cinta pertama gue untuk orang secantik dia, yang sudah pasti gue bakal seratus persen ditolak! Trus dimana gagalnya? Gagalnya itu, jadi pada awalnya gue udah pernah dapat desas-desus aneh yang mengatakan "Dina suka sama gue!", dan bodohnya lagi gue percaya! Saat itu yang namanya anak SD, masih minim ilmu cinta *sekarang sih masih tetep minim, jadi sekali mendengar berita itu, bukan main gue senengnya dan gue dengan bangga nan gagahnya berdiri tegak, gue putusin saat itu untuk ngungkapin perasaan gue ke dia, tapi tiba-tiba gue lupa "APA YANG HARUS GUE LAKUIN?", setelah terlontar pertanyaan itu, lalu datang temen gue, menghampiri gue. 

Dan saat itu gue merasa dia seperti Malaikat yang rupawan (rupanya seperti hewan) yang turun dari kahyangan sambil memetik senar harpa nan tak merdu dan dia bertanya "apa kah gerangan masalahmu wahai sahabatku. *nada pujangga" dan gue menjawab, "aku tidak tau caranya menembak orang yang aku suka *dengan nada pujangga juga.". Tiba-tiba khayalan gue gugur, runtuh, luluh lantak, dan seraya dengan terjadinya hal itu temen gue memberitahukan tips yang jitu untuk menembak cewe *tentunya pada zaman itu. Yaitu dengan... Jeng Jeng Jeng "Surat Cinta!", gue langsung syok mendengarnya, seraya berkata "APA! apaan tu surat cinta?" temen gue jawab "udah, kamu ikutin aja apa kata kita-kita, ntar aku instruksiin deh, pokoknya kamu tulis aja dulu surat cinta buat si dia!" "Tapi tulisan aku jelek tau! kucing aja kalau nyakar-nyakar nggak bakal sejelek tulisan aku!" "yaudah, gini aja, aku yang tulisin, ntar pas aku kasih dia aku bilang kalau itu tulisan kamu, gimana?" "yasudah lah, yang penting aku bisa bilang ke dia."

Nah, setelah surat cinta anak SD itu selesai dibuat, pergilah kami menghampiri si Dina di kelas yang sama dengan kelas yang aku hinggapi *emang gue burung ya? X_X. Gue awalnya berani...beranikan diri maksudnya, untuk nyerahin surat itu, tapi saat pintu kelas udah didepan mata, gue serahin ketemen gue, otomatis dia manggil Dina, dan gue saat itu juga otomatis kabur dari situ, gue sembunyi tanpa tau arah, kaya rempong yang sedang dikejar satpol pp. "Aaaahh, jangan kejar saya pak satpol pp, saya masih orisinil, kalau nggak percaya bapak saya ijinin megang nih!". Ih geliiii!!! plus mau muntah gue sambil ngetik kalimat itu!!! Tapi suasana saat gue nembak Dina, memang seperti itu adanya, saat itu gue berlari seperti tidak ada lagi orang yang ada selain gue yang sedang berlari, dan Dina yang sedang bingung kemana gue berlari dan bersembunyi. Untungnya saat itu gue masih ingat untuk turun tangga gedung kelas, kalau keceplosan, bisa-bisa gue koid, trus ntar beritanya dikoran dan ditv gini "anak SD mati terjatuh karena berlari tanpa ada yang mengejar" trus ada tulisan kecil dibawahnya "karena malu memberikan surat cinta pada orang yang dia suka" Trus keluarga gue didatangi para wartawan, dan akhirnya gue terkenal "buruknya! udah buruk, gue mati lagi, parah!". Tapi anehnya lagi, setelah tidak menerima respons atas surat cinta gue kemaren, gue lebih memberanikan diri, dan tanpa tau malu gue tulis surat itu dengan cakaran tangan gue sendiri *ibaratnya seperti itu, tanpa memikirkan apakah dia bisa membacanya atau nggak, yang penting isi hati tersalurkan! Dan hasilnya "DITOLAK". Dan anehnya lagi, setelah gue ditolak saat itu, gue masih memberanikan diri untuk menyukainya lagi saat masuk MTsN 1 Model, dan saat gue tembak kala itu, gue baru sadar, karena saat itu gue sudah benar-benar ditolak secara "MENTAH-MENTAH!". Dan sejak saat itu pula gue mempunyai hasrat yang terpendam, yaitu ingin menyalurkan semua unek-unek gue tentang dia. Itulah kegagalan cinta gue padanya.

Kedua, namanya Ana Mawardah. Dia memang berhasil untuk kujadikan pacar gue, ya pacar pertama gue, tapi yang membuat gue gagal adalah, karena kebodohan gue yang nggak berpikir dulu sebelum menembak dia. Berikut masalahnya :

1. Gue memakai kata-kata surat cinta yang sama seperti yang gue tulis pada surat cinta gue untuk Dina
2. Saat itu berita gue suka sama Dina, masih gencar-gencarnya
3. Gue pemalu, saat itu, hampir tidak pernah kami berbicara empat mata, dan malah hanya lewat surat belaka. Itu jelas membuat dia mengira kalau gue nggak serius dengannya
4. Gue terus bercanda dengan Dina, sementara gue dengan dia selalu menghindar

Dan akhirnya, 1 minggu masa penantian balasan surat, 1 minggu pacaran dengan surat, 1 hari pun tiba untuk putus lewat surat. Suram X_X, Tapi setau gue, setelah putus dari gue, gue belum pernah mendengar dia pacaran lagi, entah karena memang dia nggak mau, atau karena gue yang nggak tau. Intinya itu hanyalah masa lalu, yang memang terkadang bisa menjadi masa yang akan datang.

          Ketiga, namanya Veronika, dia cewe yang cantik, dia cewe pertama yang nembak gue, saat itu gue masih kelas 5, dan setelah mengingat saat itu, gue jadi heran, kok bisa dia mau dengan cowo lugu, cupu, kurus dan sama sekali memprihatinkan. Sebelum dia nembak gue, kami agak lama PDKT, yang saat itu gue sama sekali nggak ngeh dengan arti PDKT dan saat itu pun kayaknya istilah PDKT baru masuk di kalangan remaja, tidak seperti sekarang, PDKT sudah menyebar luas mulai dari anak TK sampai lanjut usia. Gue deket dengan dia karena bercanda dan dimulai dari cubit-cubitan, kejar-kejaran karena memang saat itu gue jahil dengannya. Setelah insiden itu, tibalah malam hari yang gelap gulita yang bermandikan cahaya hanya sekedarnya saja. 

Tiba-tiba ada sms di HP gue *gue punya hp pas kelas 4 SD, dan gue masih ingat kala itu HP pertama gue adalah Nok*a 3110, sms itu ternyata dari Veronika, akhirnya kami pun bercanda dan tertawa dalam percakapan sms itu, hingga tiba saatnya datang sms. "Dul, aku suka sama kamu." Gue syok langsung diberi pernyataan itu secara tiba-tiba. Tapi entah kenapa saat itu gue merasa senang, karena mungkin tanpa gue sadari gue juga suka dan merasa nyaman berada didekatnya. Jadilah kami berpacaran. Dia pacar kedua gue. Veronika Sari. Dia sangat menyayangiku, aku juga kala itu sangat menyayanginya, sampai aku rela membelikan hadiah yang pertama kalinya gue beliin dan itu hanya untuk dia, sebuah kalung yang gue beli di bandara, yang dulu gue itu nggak tau sama sekali soal nego, gue hanya tau memberikan uang sebagaimana harga yang disebutkan, untung saat itu penjualnya nggak boongin gue dan bilang kalau harga kalung itu 1 juta, karena udah pasti gue nggak jadi beli itu kalung soalnya gue nggak bakalan megang duit segede itu untuk ukuran anak SD kelas 5. 

Gue merasa bangga bisa membelikannya hadiah kalung yang secara diam-diam gue beli, tanpa sepengetahuan Ibu Gue, tapi yang gue pake itu duit pesangon gue sendiri. Dan setibanya di Yogyakarta, saat dipameran dalam GOR, ternyata harga kalung yang sama persis itu dijual dengan harga yang jauh lebih murah. Gue diceramahin habis-habisan sama Ibu Gue, "Andaikan kamu lebih sabar nak, pasti kamu bisa beli dua kalung yang kaya gitu." Gue diem, merenung. Tapi tetep, gue megang prinsip gue "Barang yang sudah dibeli tidak usah disesali!" Dan hanya satu hal yang bisa gue lakukan...PASRAH! Tapi semua penyesalan itu tidak tanpa hasil, karena dia ternyata senang dengan pemberian gue itu. Dan setelah saat itu gue menjadi lebih sayang dengan dia, dan tanpa disadari gue jadi lebih posesif. Gue nggak tahan dia deket sama laki-laki lain di kelas yang sama dengan kelas kami, namanya Rian Bahrain. Dia orangnya cukup tampan, tapi tidak cukup tampan untuk menarik perhatian gue, karena gue bukan homo. perawakannya tinggi, dan itu sudah pasti membuat gue iri dan cemburu jika Vero dekat dengannya. Gue sempet putus dengan dia *vero ya, bukan rian! Alasannya cukup simpel, gue cemburu. Tapi alasan simpel itu menurut gue saat ini adalah alasan yang absurd dan cukup jahat. Tapi tidak lama setelah hari putus, hari balikan pun tiba, gue mencoba untuk mengerti dia lagi, tapi ternyata itu nggak bertahan lama, karena sifat posesif gue yang akut dan nggak bisa ditoleransi, sebenarnya gue merasa gue yang ada di saat itu adalah seorang kriminal...kriminal cinta. Dan dengan begitu, berarti gue GAGAL untuk yang ketiga kalinya.

Keempat, namanya Fatimah Nurul Hidayah, kami berkenalan dari pramuka, dia adek kelas gue, bodohnya gue nanggepin dia, padahal gue nggak terlalu tau gimana dia, yah lanjut aja terus smsan-smsan-smsan. Gue taunya malah dengan temennya, jadi setiap kali gue membayangi wajahnya yang terlihat malah wajah temennya, gue bingung. Sebenarnya gue suka dengan dia atau temennya. Dan tiba saatnya dia menembak gue, dia cewe kedua yang menembak gue. Dan kali itu gue juga bingung, kenapa dia bisa suka dengan orang sebrengsek gue, gue memang rada jaim kiranya, tapi setelah gue pikir, gue itu kejahatannya melebihi kejahatan seorang kriminal, kriminal hanya melukai bagian tubuh luar, dan luka itu bisa sembuh bahkan hilang, tapi gue? melukai bagian dalam, yang bahkan lukanya akan membekas dan jika kita mengingatnya rasanya sakit sekali, kenapa gue tau rasanya seperti apa? karena gue telah menerima karma dari perbuatan gue ke dia. Padahal dia ini merupakan pacar pertama yang memberikan gue hadiah, dia membelikanku sebuah komik, memang itu sebuah komik, tapi bagiku maknanya luar biasa. Dan gagalnya? gue baru menyadari itu semua sekarang. Gue menyesal, dan gue akhirnya sadar. Dan kenapa sih, gue bisa dengan mudahnya terpengaruh dengan perkataan dan ejekan dari temen gue dulu. Betapa bodohnya gue dulu. Tentunya beda dengan yang sekarang, karena sekarang... Gue lebih BODOH.


Kelima, Mawar Widyawati. Dia orangnya sangat cantik luar biasa, hampir semua lelaki memuja-muji mengagumi kecantikannya, aku pun begitu hingga sekarang, aku masih mengaguminya. Tapi gue sudah pasrah, karena berkali-kali sudah aku menembaknya, dan berkali-kali pula aku ditolaknya, dengan alasan "aku nggak mau hubungan pertemanan kita jadi rusak" padahal nggak ngaruh sama sekali, prinsip yang gue pegang "gue pasti masih menghormati dan menganggap mantan itu temen, selama dia tidak mengganggu kehidupan gue lagi, dan dia masih bersikap baik layaknya seorang teman kepada gue" Bagi gue, putus bukanlah jalan untuk memutuskan segala hubungan yang ada pada kita, tapi hanya memutuskan hubungan status berpacaran tersebut. Just That, okay! So, itu nggak ada hubungannya sama sekali mba! Tapi tetap, walau pun gue gagal untuk mengejarnya, setidaknya gue berhasil untuk terus mengaguminya. Hanya mengagumi. Ingat itu!


Keenam, namanya Muliana Rahmah, dia cewe kesekian kalinya yang berhasil nge-PHP gue. Gue memang mudah banget di-PHPin, perset*n buat gue!!! Dia memang cantik, baik banget dan pinter ngaji. Itu yang membuat hati gue pernah lengket di dia. Awalnya memang hanya teman biasa, kami bersenda gurau tanpa memperhatikan yang lain, serasa kelas dan dunia saat itu hanya milik kami berdua. Awalnya dia hanya lah seorang penasehat cinta gue, gue minta dicomblangin dengan cewe sama dia. Tapi akhirnya malah gue kecantol sama dia. Ceritanya, gue itu merasa bahwa dia itu memang memberikan perhatian spesial buat gue, karena gue diperlakukan sangat berbeda dengan temen-temen cowo gue yang lain yang saat itu juga lagi suka dengannya. Dan saat itu gue memang hanya berniat untuk mendekatkan temen cowo gue itu agar bisa jadian sama dia, gue yang memberikan nasihat, support ke temen cowo gue itu. Gue yang memberikan segala tips. Tapi lama kelamaan, kok setelah melihat mereka, gue rada sakit hati gitu. Akhirnya gue sadar, gue juga suka sama dia. Gue dan temen gue pernah berdebat untuk menentukan siapa yang mendekatinya. Temen gue bilang "udah lah dul, kalau kamu memang suka sama dia, kamu ajalah yang deketin." "Nggak ah, kamu aja, kan kamu yang awalnya suka sama dia dan minta pendapat sama aku. Masa aku mau ngerebut." "Udah lah, kamu aja, aku ikhlas kok" "aku juga ikhlas kok!" "udah kamu aja!" "kamu" "Kamu!!!" "Kamu!!!", dan hasilnya? dari kami berdua tidak ada yang berhasil untuk mendekatinya, kami berdua sama-sama DITOLAK dan mengalami GAGAL CINTA.


Kalau saat itu gue kena PHP, sekarang gue kena cinta yang bertepuk sebelah tangan. Namanya Rianti Mariani, dia orangnya cantik, baik dan pintar. Gue mengaguminya karena hal tersebut, dan tentunya lebih dominan karena dia baik kepada semua orang, gue suka dengan tipe cewe seperti itu. Bukan hanya baik kepada gue, tapi dengan orang juga baik. Kalau dia cuman baik sama gue, itu mah namanya bermuka dua. Gue kagum dengan Rianti, karena selain dia cantik, dia juga baik, pintar lagi. Dan setau gue dia belum pernah pacaran, dan gue baru tau dia ada sih pernah suka, tapi ya itulah, gue penasaran kenapa sih dia nggak pernah pacaran. Dia anak pramuka juga, dan dia adek kelas. Gue pun coba PDKT dengan dia, ya tentunya melalui pesan singkat. Gue sms dia, mulai dari kata-kata basa-basi ampe ngebahas nasi basi. Gue udah ada sih ngerasa respons dari dia, dan gue semakin semangat untuk dekat dengannya. Tapi itu semua cuman keinginan gue. Nyatanya setelah Gue pura-pura nembak, dia malah bilang lebih baik teman. Seperti ini kronologisnya :


Gue : "De, sebenarnya... kaka ni... suka sama kamu de! :)"

Rianti : "Hah? beneran kak? aduh ka maaf deh kak, kita temenan aja ya, ade belum mau pacaran dulu" *Kirain seneng, taunya dia kaget
Gue : "Hha, ade ni bisa ja kk tipu, hha mana mungkin kk ngomong gitu sama ade."

Setelah itu, cukup lama kami tidak smsan lagi, itu berarti gue GAGAL. Gue sangat bodoh, nggak ada satupun cewe di dunia ini yang mau diboongin, apalagi sama cowo, dan apalagi sama cowo kaya gue. Parah. Gue nyesel, kalau gue bisa muter balikkan waktu, gue ingin saat itu gue jujur ke dia. Gue kira putuslah harapan, dan untuk sms dia mungkin sudah mustahil bagi gue. Tapi ternyata saat kelulusan gue, dia mengucapkan selamat atas keberhasilan gue meraih peringkat saat itu. "Kak, selamat ya ranking :D" "Hha, iya de, makasih." Dan saat itu gue sempet smsan sama dia beberapa kali, tapi aku merasa aku sudah GAGAL, dan tak pantas mencoba lagi.


Di PHPin itu masih mending bagi gue, karena dia sadar kalau dia nggak mau nyakitin hati gue dengan memaksa suka sama gue. Yang lebih sakit dari itu adalah DI-2-IN (DIDUAIN). Gue ngerasain hal ini dengan 2 Mantan gue yang terakhir sebelum gue pacaran dengan Cantika. Yang pertama dari Shilla Badriah, Gue kenalan dengan dia cukup singkat, yaitu di BM. Gue kenal sama dia, karena kalau nggak salah saat itu aku yang menyapanya duluan karena menanggapi PM BMnya dia, kami berkenalan, dan saat itu gue udah merasa nyaman, dalam 1 harian penuh itu kami BMan trus-trusan, dan malamnya, kami pun jadian. Memang kalau dipikir itu terlalu singkat dalam PDKT, sangat singkat, benar-benar sangat singkat. Dan gue ingetin ya ke lo-lo pada, Sebuah hubungan yang mana masa jadian itu sangat singkat, maka masa putusnya pun sangat singkat. Dan betul lah itu. baru 2 minggu kami berpacaran, timbul masalah! Saat itu lebaran, setelah gue mengunjungi beberapa kenalan lama gue, gue memutuskan untuk pergi ke rumahnya. Kami sudah janjian dari 1 hari sebelumnya. Gue pikir dia bakal tepatin itu janji, ternyata... Saat kejadian, sekitar siang, gue sms dia "syg, aku mau kerumah nih, syg dimana? tunggu aku ya :)" ternyata dia tidak membalas.. Terus tidak membalas, walau berkali-kali gue sms dia. Dan akhirnya dia membalas. "Maaf, ini pacarnya Shilla ya? ini kakak angkatnya shilla, dia tadi nitip handphonenya sama kk." Sh*tdaf*ck.


Gue nggak bakalan percaya lagi dengan hal seperti itu. Gue janji! Kenapa? karena dalam kenyataan, tidak mungkin ada cewe waras yang mau menitipkan handphonenya pada orang yang walaupun dia kenal dan walaupun dia kaka angkat, karena HP itu pasti lebih penting dan berguna jika digunakan untuk sendiri. Catat itu!. Setelah menerima balasan seperti itu, gue pun memastikan apakah dia bener" kakak angkatnya? okelah hari itu gue percaya. Trus, besoknya gue langsung sms temen deketnya, untuk mastiin benar atau nggak sih dia nitip HP ke kaka angkatnya? setelah gue tanya, ternyata jawabannya "Mana ada kak, dia aja lagi megang handphonenya dia nih, ade ni ja lagi dirumahnya dia." Dasar wanita bermuka dua! Walaupun baru kenal, hanya cewe nggak tau diadab lah yang memperlakukan cowo seperti ini, dan lagi gue sangat bodoh mau percaya dengan dia. Beberapa saat setelah itu dia sms gue, minta maaf dan bilang kalau HPnya beneran dititipkan ke kaka angkat, gue udah maafin dia sebenarnya dari awal. Dan ternyata.. dia minta putus! Dan parahnya lagi keesokan harinya status facebooknya dia sudah berganti menjadi berpacaran dengan bla.bla.bla. Dan lebih parahnya lagi, setelah beberapa bulan kedepan, dia masih berani minta balikan dengan gue, dia bilang nyesel lah, apa lah. Gue memang bener udah maafin lo, tapi hati gue masih nggak bisa menerima lo lagi, karena lo sendiri yang membuat hati gue terkunci untuk lo. Selama-lamanya!!!


Selanjutnya, namanya Hilda Juniati, dia memang sesosok cewe yang cantik nan imut, gue akuin itu, tapi hati dan sifatnya antik dan kaya semut, rapuh dan kecil, hitam lagi, dan idup pula. Sama seperti sebelumnya, gue kenalan dengan dia dari BM, karena dengan tidak sengaja gue komentar soal PM dia, dan berlanjut jadi chatting. Gue menganggap dia biasa sih, walau dia cantik tapi gue nggak mau salah orang lagi. Tapi pada akhirnya, dia menembak gue, gue pun syok. Dia kira-kira serius nggak ya. Gue bingung, gue bales aja, "serius nih?" "iya serius ka". Dan mendengar kata itu, gue pun mengiyakan, dan gue pun ingin memberi kesempatan, siapa tau berjodoh. Tapi memang sesuatu yang kita awali dengan singkat itu, akan berakhir dengan singkat, dan tanpa ada penyesalan. Gue pacaran dengannya kurang lebih 5 bulan. Padahal gue sudah teramat sangat menyayanginya. Tapi mungkin dianya aja yang udah dibutakan, dan memang kami tidak berjodoh kali. 5 bulan itu pun disertai dengan putus nyambung sebanyak 4 kali. Kok bisa? "Karena sebanyak itulah dia nyakitin hati gue." Tapi gue mencoba untuk tetap berusaha menyayangi dan mencintainya. Banyak kenangan yang kuberikan untuknya, walaupun aku tak pernah tau apakah dia benar-benar menyimpannya, atau langsung membuangnya begitu saja. Gue betul-betul menyayanginya, tapi kurasa dia tak betul-betul menyayangiku, karena dengan mudahnya dia dekat dengan cowo lain, sementara dibelakang dia selalu mengekangku. Aku menghadapinya dengan sabar dan hanya bisa menunggu, apakah dia benar-benar jodohku? Dan jika benar, sifat bukanlah masalah, karena memang tugas seorang lelaki untuk membuat perempuan sadar dan tidak lagi menjadi yang seperti itu. Tapi rasanya semua pengorbanan, 5 bulan, rasa sayangku telah dia buang sia-sia. Di hari itu, gue memiliki jadwal yang sangat padat sehingga tidak bisa membuat dia menunggu dan membuat dia bosan. Lalu setelah gue pulang, gue lihat handphone, dan ternyata isinya adalah "Maaf, aku sudah nggak tahan lagi, kita lebih baik PUTUS." Gue belum sempat menjawab apa-apa, gue langsung buka BM, dan distatusnya sudah terpampang nama cowo lain. Love someone.

Gue sangat sakit hati melihatnya, gue seakan depresi saat itu. Kenapa dia yang selalu terlihat manis dimataku, tega berbuat seperti ini. Tapi setelah kejadian itu, gue malah bersyukur. Karena akhirnya gue sadar, ternyata dia memang bermuka dua. Dengan seenaknya dia menduakan gue. Itulah kegagalan gue untuk terakhir. Aaamiin. Gue senang, akhirnya gue sadar, bahwa semua hal jelek yang pernah diberitakan tentangnya ke gue, itu 100% benar! Gue memang galau saat itu, tapi bukan karna aku tidak punya dia. Tapi karena aku sudah menjadi jomblo lagi setelah memutuskan vakum dari kejombloan, gue mungkin memang sudah kena sumpah para galauwers dan jombloers se-Indonesia, karena mereka sakit-hati melihat status gue yang romantis X_X Memang nasib Gue.

You Might Also Like

1 komentar:

  1. VIPQIUQIU99.COM AGEN JUDI DOMINO ONLINE TERPERCAYA DI INDONESIA

    Kami VIPQIUQIU99 AGEN JUDI DOMINO ONLINE TERPERCAYA DI INDONESIA mengadakan SEO Kontes atau Kontes SEO yang akan di mulai pada tanggal 20 Januari 2017 - 20 Mei 2017, dengan Total Hadiah Rp. 35.000.000,- Ikuti dan Daftarkan diri Anda untuk memenangkan dan ikut menguji kemampuan SEO Anda. Siapkan website terbaik Anda untuk mengikuti kontes ini. Buktikan bahwa Anda adalah Ahli SEO disini. Saat yang tepat untuk mengetest kemampuan SEOAnda dengan tidak sia-sia, hadiah kontes ini adalah Rp 35.000.000,-

    Tunggu apa lagi?
    Kontes SEO ini akan menggunaka kata kunci (Keyword) VIPQIUQIU99.COM AGEN JUDI DOMINO ONLINE TERPERCAYA DI INDONESIA Jika Anda cukup percaya akan kemampuan SEO Anda, silahkan daftarkan web terbaik Anda SEKARANG JUGA! Dan menangkan hadiah pertama Rp. 10.000.000. Keputusan untuk Pemenang Akan di tentukan dengan aturan kontes SEO yang dapat dilihat di halaman ini.

    Tunggu apa lagi? Ikuti kontes ini sekarang juga!

    CONTACT US
    - Phone : 85570931456
    - PIN BB : 2B48B175
    - SKYPE : VIPQIUQIU99
    - FACEBOOK: VIPQIUQIU99

    BalasHapus

Yang penting sopan. nggak ada spam dan link aktif.

Salam Penting,
@ajefathoni