[Puisi Penting] Menunggu


Puisi Penting
Dalam tungguku untukmu

Menunggu...
Memang ku rasa pada awalnya aku takkan rindu...
Tapi sekarang, mengapa aku mulai merasa begitu...
Tanpa kepastian dan kabarmu, aku menunggu...

Mengapa...
Aku tak tau kenapa...
Apakah memang aku harus merasa...
Apa mungkin ini sebuah karma...

Begitu...
Teramat sakit rasanya rindu muncul dalam diriku...
Tak bisakah sekali saja aku ingin melihatmu...
Tak bisakah sekali saja kamu datang meski hanya dalam mimpiku...

Bermakna...
Dihatiku, kau sangatlah berharga...
Dalam pikiranku, kau sangatlah sempurna...
Tapi, tak ku kira pengorbananku pun harus setara...

Aku...
Merasa ada sesuatu yang terjadi pada hatimu...
Mungkin ini hanyalah pikiran kotorku...
Apakah memang dirimu sudah tak ada rasa padaku...

Bisa...
Tanpa dirimu aku tak yakin diriku bisa menahannya...
Karna meski ku belum mengenalmu lama...
Tapi aku sudah merasakan suka dan cinta...

Kamu...
Apakah sama yang kamu rasakan seperti yang dirasa olehku...
Aku berharap begitu...
Karna ku berharap, dalam tungguku. Kelak aku akan tetap dapatkan kamu...

Semoga...
Harapku yang ada saat ini bisa jadi nyata...
Karna aku sangat berharap itu memang sebuah fakta...
Yang tak hanya begitu adanya...

Tanpamu...
Aku bukanlah aku...
Yang aku rasa hanyalah bahagia yang palsu...
Bahagia dan tawa terasa tak menyatu...

Disana...
Kelak aku yakin kita berdua akan berada...
Duduk bersama dalam bahagia...
Di kursi pelaminan lah kita akan duduk berdua dalam keadaan suka dan bahagia....

Tertanda,

Cintamu yang sedang menunggu...

Ea...

Plis Deh Gue Cowo! - Episode Kembali


Cerpen PDGC
Episode Kembali PDGC

Cerita sebelumnya - Episode Ternyata

Anjirrrr!!!

Kenapa sih apes amat hidup gue. Sejak kecil gue selalu dikirain cewe dan selalu apes soal hubungan, bukannya dideketin cewe malah dideketin cowo. Untung guenya sendiri sadar kalau gue ini cowo.

Tapi, apa gue nggak salah denger ya kalau nama dia Kiki dan dia bilang dia yang sudah sms gue kemarin? Kok bisa ya bahasa ketikannya dia super alay tapi ngomongnya biasa aja. Tu anak baru masuk tahap alay kali ya. Disaat yang lain sudah terbebas dari kenangan alay, dia baru terperangkap masuk kedalamnya, parah.

Ahhh!!! Bodo amat lah, ngapain gue mikirin orang yang nggak jelas kaya dia. Mendingan sekarang gue ke kelas aja lah.

"Hei, Mawar!!!", sesosok laki-laki pun muncul menyapaku sembari langsung merangkul yang sontak membuat gue kaget, dan coba tebak siapa yang tiba-tiba datang dan merangkul...

Kiki? Tentu saja bukan, karna gue baru aja abis ninggalin dia. #cie #ninggalin
Via? Ya jelas bukan lah, kan tadi udah gue bilang cowok! Gimana sih, jeli dong ah! *eh, maaf jadi emosi

Doni?
.
.
.
Hmm...
.
.
.
Ya...Tepat sekaleee!!!
Ya, sesosok lelaki yang tidak misterius tapi sukses ngebuat gue kaget adalah Doni. Dan bahkan setelah gue tau dia adalah Doni. Gue jadi lebih kaget dan bertanya-tanya, kira-kira kenapa dia kayagini ya... Hmm, mari tanyakan pada dia...

Tiba-tiba sebuah lagu pun mengiringi suasana disaat kami berdua bertemu kembali... *tentu aja dengan slow motion effect*
"Di suatu hari tanpa sengaja kita bertemu
Aku yang pernah terluka kembali mengenal cinta
Hati ini kembali temukan senyum yang hilang
Semua itu karna... Dia."
Eits, jangan dilanjutin ya. Lirik yang selanjutnya nggak cocok sama suasana kali ini.

"Kampret!!", gue kaget dan segera melepaskan dan menjauh dari rangkulannya, karna gue tau yang ngerangkul gue cowo. Kalau cewe yang ngerangkul, gue nggak akan kaget sih kayanya, tapi malah betah.... #eh #apaansih

"Eh, elu Don, gue kira siapa. Lu kenapa, tiba-tiba jadi gini? Jadi soal yang kemarin itu???", gue mencoba kembali mengingatkan dia tentang kejadian yang sebenarnya gue nggak mengharapkan untuk diingat juga.

"Ah, udahlah. Abaikan aja yang kemarin. Anggap aja gue lagi stress. Yang penting sekarang gue udah tau lo yang sebenernya dan gue mau jadi temen lu, lu mau kan?", jidat Doni memerah, kayanya kelamaan mikir buat ngungkapin itu semua. Mungkin juga kalau dia malunya setengah mati, dia emang kayagini kali ya. Ah, sudahlah, ngapain mikirin jidatnya Doni, nggak penting banget.

"Cie, dari demen jadi temen nih ye. Jadi gini ya rasanya.", gue berusaha mencairkan suasana absurd tadi.

"Kampret lu ah, yuk ah ke kelas.", Doni nempeleng pipi gue dengan lembut #cie, lalu merangkul gue kembali, mengajak gue ke kelas bareng.

Pas mau ke kelas tiba-tiba...

"Woy!!!", kali ini sesosok cewe yang sengaja mengagetkan kami berdua dengan teriakan sekaligus menepuk punggung kami. Ya, sekali lagi, gue berharap kalau cewe sih ngerangkul, meluk lah kalau gue bisa request mah.

"Lah, elu toh Via. Lu ngapain sih pake acara ngagetin kita berdua, kurang kerjaan banget.", ucap Doni agak kesal.

"Yaelah, baru gitu doang lu ngambek Don. Santai aja kali, liat tuh Mawar aja biasa aja.", balas Via lalu menunjuk kearah gue.

Sebenarnya gue bukannya biasa aja dikagetin sih. Gue dari tadi terpukau ngelihat Via yang makin hari makin cantik aja. Uuuuh, pokoknya da bes banget lah. Gue sampai bengong, kaya melihat mimi peri bidadari dari kahyangan aja.

"Lu lihat ekspresinya. Itu bukan biasa aja, dia bengong. Saking kagetnya kali, ampe otaknya loading lama. Nih ya, gue buktiin.", ucap Doni membalas omongan Via masih dengan nada kesal, lalu melambai-lambaikan tangannya didepan muka gue.

Gue reflek, "Ih, apaan sih lu, orang gue lagi liat bidadari cantik, jangan ganggu lu ah." ucap gue sambil menepis lambaian tangan Doni tadi. Dan, kembali bengong melihat muka Via.

"Hei! Jangan melamun dong lu! Jangan kaget, gue keliatan cantik banget ya sampai-sampai lu kayagini.", Via berusaha menyadarkan gue dari lamunan, dengan mengagetkan dan ngomong dihadapan gue.

"Emang cantik banget dah, duh kok bisa ya gue ketemu bidadari sampai sedekat ini.", ucap gue masih tenggelam dengan khayalan.

Telolet telolet...

Bukan, itu bukan suara bis.

Bukan suara bel masuk kelas juga.

Ya, gue pengen aja mengisyaratkan suara bel sama tulisan itu. Suka-suka gue dong ya, orang ini cerita tentang gue. #okeskip

"Yuk, ah. Bel sekolah udah bunyi tuh. Cepetan ke kelas, ntar telat lagi.", ucap Via sambil menepuk kembali punggung gue, lalu pergi meninggalkan gue dan Doni.

"Eh, ada apa ini? Apa gue sudah ada di surga?", ucap gue ngelantur karna baru sadar dari khayalan gue yang sangat lama dan membuat gue nyaman barusan.

"Surga mata lu katarak! Kalau masuk kelas mah namanya neraka! Yuk ah cepetan masuk", balas Doni.

Sepulang sekolah, gue pun bergegas mengajak Via untuk pulang bareng lagi. Dan gue pastikan, kali ini gue nggak akan lupa dengan Pinky gue yang super unyu.

"Via, pulang bareng yuk."

"Yuk ah, eh, gue lihat lu kemarin-kemarin bawa sepeda, kenapa waktu pulang bareng gue dulu lu nggak bawa?", tanya Via penasaran.

"Ah, udahlah! Ntar gue ceritain deh pas pulang bareng. Yuk ah.", ajak gue.

Di perjalanan pulang pun gue menjelaskan ke Via tentang hal-hal yang ngebuat dia penasaran sebelumnya.

"Jadi gini, Vi. Sebelumnya gue lupa kalau gue bawa sepeda. Jadi ya gitu, sepeda gue ditinggal gitu aja di sekolah. Alhasil gue besoknya langsung cepet-cepet ke sekolah, ya siapa tau ada yang doyan sama sepeda gue kan sayang, ini sepeda gue satu-satunya. Gitu."

Gue pun sukses menjelaskan panjang lebar ke Via. Tapi, gue bingung. Kenapa dari tadi gue ngomong nggak ada balesan sama sekali ya?

Gue pun segera melihat ke belakang, dan ternyata...

"Loh, Via mana? Jangan bilang kalau... Oh My Gengs"

Lagi-lagi... Selalu aja ada kejadian. Ah, sudahlah. Semoga Via baik-baik aja. Kalau nggak, bisa mati gue!!!

Cerita selanjutnya - COMING SOON!!!


1 minggu 1 cerita
Setoran Kewajiban

[Puisi Penting] Rinduku Padamu


Puisi Penting
Penting banget kan ya???


Rinduku...
Padamu...
Tak pernah sekalipun ku tak memikirkan kamu...
Tak pernah sekalipun pikirku tak teralihkan darimu...

Dia...
Tak ku kenal kata dia...
Hanya ada kata kita...
Yang membuat ku bertahan meski ku tak suka...

Saat ku bersamamu...
Berada di dekatmu...
Hanya suka yang kurasa...
Karna ini lah yang buat ku senang rasanya...

Jika kamu kira aku tak cinta...
Maka aku rela membuktikannya...
Agar kamu percaya...
Betapa besarnya aku mencinta...

Jika kamu kira ku tak rindu...
Maka akan ku tunjukkan rasaku...
Bahwa tak sekalipun aku pernah tak rindu...
Bahkan di pikiranku hanya ada dirimu selalu...

Jika kamu tak suka...
Maka akan ku tunjukkan tulusnya cinta...
Betapa tak relanya diriku jika kamu berduka...
Maka mengapa kamu masih bisa merasa tak suka...

Jika kamu tak tau...
Maka akan ku arahkan dirimu...
Agar kamu bisa melihat apa inginku...
Tentunya selalu dan selalu hanya dan untuk kamu...

Maka alasan apalagi yang akan kamu buat perkara...
Takkan kubiarkan kamu rusak rasa cinta...
Bahkan karna aku cinta...
Aku tak rela kau terluka...

Maka alasan apalagi yang membuat kamu tak rindu...
Bukankah aku selalu ingin kamu tau...
Bahwa cintaku tulus padamu...
Sehingga kamu tak bisa untuk tak rindu...

Maka alasan apalagi yang membuatmu berucap tak bisa...
Jika aku pun tak pernah ingin sekali pun untuk mendua...
Dalam pikiranku saja tak pernah terbesit ada dia...
Hanya ada kamu yang selalu ku suka dan ku cinta...

Aku mohon pahami rasa rinduku...
Aku mohon percaya ketulusanku...
Aku mohon tetaplah suka padaku...
Hingga akhirnya cinta kita akan terus bersatu dan tak pernah ada kata ragu...

Silahkan komentar...
Ini merupakan curahan hati, bukan karna kondisi saat ini...
Tapi hanya lah sekedar ingin membuat hati kalian bergetar...
Jika suka aku senang, jika tidak maka curahkan pada kolom komentar dibawah ini...

Akhir kata,
Tak ada kata duka,
Hanyalah pelipur lara,
Ini sebuah puisi cinta.

Untuk siapa?
Siapa lagi kalau bukan dia...
Yang selalu aku rindukan keadaannya...
Kapan saja dan dimana saja...

Salam penting,
yang tak berujung penting,
ya tak apa, toh yang penting posting,
daripada lama-lama jadi sinting...

Kata kunci: Puisi Penting, Rinduku Padamu, 1 Minggu 1 Cerita, Blogger Energy, ajefathoni, AJ BLOG, Yang Penting Posting, Posting Yang Penting


1mg1crt
1 Minggu 1 Cerita